Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, salah satu strategi yang disiapkan untuk memperlancar arus balik besok dengan menerapkan sistem satu arah atau one way dengan skala nasional untuk menghadapi puncak arus balik.
“Tadi dilaporkan untuk arus mudik sudah dua kali dilaksanakan one way lokal, dan untuk arus balik saat ini sudah dilaksanakan satu kali one way lokal,” ujar Listyo kepada wartawan, Sabtu (5/6).
Data yang diterima Kapolri, kurang lebih 40 persen masyarakat sudah melakukan perjalanan arus balik Lebaran 2025.
“Dengan proyeksi kurang lebih 2,1 atau 2,2 juta, ada peningkatan di arus mudik kemarin yang tentunya ini harus diantisipasi karena arus balik ini waktunya lebih pendek daripada arus mudik,” katanya.
Kapolri memerintahkan seluruh jajarannya untuk bersiap, khususnya petugas di lapangan untuk mengatur lalu lintas dan memberikan pelayanan dengan baik. Tidak hanya di dalam tol saja, namun mencakup bagi pemudik yang menggunakan jalur arteri yang memang sangat membutuhkan rekayasa lalu lintas secara dinamis.
“Besok (6 April) rencana kita akan melaksanakan one way nasional, sambil kita terus mengikuti traffic counting sebagai acuan kita untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan, baik one way lokal maupun one way nasional,” ungkapnya.
Listyo berpesan kepada seluruh pemudik dan masyarakat untuk terus berhati-hati selama di perjalanan, sehingga dapat menekan serta mengurangi angka kecelakaan. Apabila merasa lelah, maka harus segera beristirahat dengan memanfaatkan ketersediaan rest area.
“Jangan dipaksakan. Namun demikian, kita tetap akan menyiapkan berbagai macam pelayanan dan juga rekayasa yang sudah kita siapkan, baik di arteri maupun di jalan tol, sehingga harapan kita di puncak arus balik nanti semuanya bisa terkelola dengan baik,” ujar Listyo.
Advertisement
3000-an Pemudik Tiba di Terminal Kampung Rambutan
Terpisah, Kepala Terminal Kampung Rambutan, Yulza Ramadhoni mengatakan, sampai hari ini ada 3.908 pemudik yang tiba.
"Kalau untuk penumpang tiba di Terminal Bus Kampung Rambutan sampai dengan tadi kita update data jam 12 siang, itu sebanyak 3.908 penumpang dengan menggunakan bus sebanyak 126," kata Yulza.
Pemudik asal Sumatera diprediksi tiba pada malam hingga dini hari. Sementara bus-bus dari arah timur, dari Jawa Tengah, Jawa Timur, itu tibanya mayoritas waktunya itu di dini hari nanti.
"Kalau untuk bus-bus Jawa Barat yang jarak pendek seperti Subang, Purwakarta, biasanya itu dalam periode beberapa jam itu ada tibanya, atau Sukabumi misalkan," sambungnya.
Advertisement
Jumlah Pemudik Menurun
Dalam kesempatan itu, Yulza menyebut, terjadi penurunan penumpang pada tahun 2025 ini jika dibandingkan tahun 2024. Baik yang mudik maupun kembali atau datang ke Jakarta.
Namun, penurunan jumlah penumpang tahun ini menurutnya karena adanya perjalanan mudik gratis yang dilakukan oleh sejumlah instansi/lembaga lainnya.
"Pun begitu yang berangkat pun tidak berbeda jauh sebetulnya dengan tahun lalu. Mungkin ada beberapa faktor yang menyebabkan penumpang itu tidak mengalami lonjakan untuk berangkat dari terminal," ungkapnya.
"Salah satu faktor mungkin yang bisa kita sampaikan adalah adanya memang mudik gratis yang diadakan oleh baik instansi pemerintah maupun dari swasta, itu mungkin ada pengaruhnya terhadap keberangkatan yang ada di terminal. Artinya dari data tersebut memang menunjukkan trendnya itu agak sedikit menurun dibandingkan tahun lalu," pungkasnya.