Maria Stefani Ekowati baru-baru ini mengunjungi suaminya Hasto Kristiyanto yang mendekam di Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia membawa ketupat, lontong, hingga krecek.
Menurut Maria, makanan tersebut merupakan favorit Hasto. Usai menjenguk Hasto, Maria mengungkapkan pesan yang disampaikan sang suami.
"Pesan bapak ya kita mesti kuat, sehat. (Ngobrol) Banyak. (Pesannya) Iya, minal aidin wal faizin mohon maaf lahir batin," kata dia, Senin (31/3).
Tak hanya Hasto, Maria juga memberikan pesan balik kepada suaminya. Dia meminta suaminya tetap semangat dan menjaga kesehatan.
"Semangat, sehat. Semangat, sehat, sehat, sehat selalu. Masnya juga sehat semua ya. Insya Allah," pungkasnya.
Maria juga selalu setia mendampingi sang suami saat menjalani persidangan kasus dugaan suap dan perintangan penyidikan perkara buronan Harun Masiku di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.
Sosok Maria Stefani Ekowati
Belum banyak yang tahu sosok Maria Stefani Ekowati. Istri mantan Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu rupanya aktif dalam berbagai kegiatan sosial.
Dia memimpin Perhimpunan Wanita Keren (WIK), sebuah organisasi yang fokus pada pemberdayaan perempuan dan masyarakat desa.
Melalui WIK, dia kerap mengunjungi daerah-daerah yang membutuhkan perhatian khusus, memberikan bantuan, dan mendukung program-program yang dijalankan PDIP.
Meskipun tidak terjun langsung ke dunia politik praktis seperti Hasto Kristiyanto, dia merupakan pendukung aktif partai berlambang banteng moncong putih tersebut.
Dari pernikahannya dengan Hasto Kristiyanto, Maria dikaruniai dua orang anak, yaitu Ignatius Windu Hastomo dan Agatha Puspita Asri. Keluarga kecil mereka menganut agama Katolik.
Kehidupan pribadinya memang relatif tertutup dari sorotan publik, namun dukungannya yang konsisten terhadap suami dan kiprahnya di dunia sosial menjadi bukti nyata dedikasinya.
Informasi mengenai pendidikan dan profesi Maria Stefani Ekowati di luar perannya sebagai Ketua WIK dan istri Hasto Kristiyanto masih terbatas.