Polisi menangkap seseorang yang diduga pelaku pungutan liar (pungli) di Desa Nagari Manggilang, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota Provinsi Sumatera Barat, Rabu (29/1) malam. Namun, dari foto yang diperoleh merdeka.com, pelaku pungli yang ditangkap berbeda dengan foto yang viral.
Kapolsek Pangkalan, Iptu Y Iwan Purwanto, membenarkan penangkapan tersebut bukan di titik pelaku yang viral. Dia menyebut pelaku yang ditangkap baru satu orang dan masih dilakukan pengembangan, bahkan barang buktinya hanya Rp6.000.
Penangkapan ini dilakukan setelah aksi pungli tersebut viral di media sosial dan menyebabkan kemacetan parah di jalur perbatasan Sumatera Barat-Riau.
"Iya memang beda, karena saat anggota ke lokasi di Desa Manggilang, para pelaku sudah kabur, mungkin mereka tahu ada petugas mau datang. Jadi yang kita tangkap di dekat perbatasan Sumbar-Riau," ujar Iwan kepada merdeka.com Kamis (30/1).
Iwan mengaku masih melakukan pengembangan untuk menangkap beberapa pelaku lainnya. Pihaknya berkordinasi dengan wali nagari (kepala desa) setempat.
"Kita masih melakukan pengembangan terhadap dugaan pelaku pungli yang kita temukan di lapangan yang diamankan saat patroli penguraian kemacetan," ujar Iwan.
Selain itu, Iwan juga berkordinasi dengan pemerintah seperti Pemprov Sumbar terkait jalan rusak yang menyebabkan adanya praktik pungli.
"Sudah kita sampaikan kondisi jalan tersebut ke pemerintah berkaitan dengan perbaikan jalan rusak tersebut. Semoga segera teratasi," jelas Iwan.
Pantauan merdeka.com, modus operandi pelaku adalah dengan memanfaatkan jalan rusak. Mereka menutup jalan yang sebenarnya masih bisa dilalui dan meminta uang kepada pengendara yang melintas.
Aksi ini menyebabkan kemacetan hingga 7 jam, dari arah Sumatera Barat menuju Riau. Pungli ini modusnya jalan rusak padahal bisa dilalui, namun jalannya ditutup warga sekitar dan minta-minta di jalan.
Pelaku pungli ini beraksi di beberapa titik sepanjang jalan. Mereka menghambat laju kendaraan dengan berdiri di dekat mobil sambil menyodorkan kardus. Setiap 200 meter terdapat pelaku pungli yang beraksi.
"Mereka memperlambat kendaraan dengan berdiri di dekat mobil sambil menyodorkan kardus. Setiap 200 meter ada pungli, sekitar 4 titik," kata Gunawan, salah satu pengemudi yang melintas dari Sumbar menuju Riau.
Pelaku pungli ini lebih fokus menghambat pengendara yang menuju Riau. Diduga, mereka mengincar pengendara yang membawa uang lebih banyak dengan melihat jenis mobil.
"Mereka menghambat pengemudi yang menuju Riau, sedangkan yang menuju Sumbar tidak begitu dihadang," jelasnya.
Ini tampang pelaku pungli yang viral dan pria yang ditangkap polisi:
Advertisement