Momen Prabowo Penuh Hormat ke Menteri Senior Ini, Tidak Sungkan Ucap Maaf Baru Bisa Berkunjung

Saat berkunjung ke rumah menteri senior ini, Prabowo ogah disambut.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Momen Prabowo Penuh Hormat ke Menteri Senior Ini, Tidak Sungkan Ucap Maaf Baru Bisa Berkunjung
Presiden Prabowo Subianto (Instagram/Prabowo Subianto)

Momen penuh hormat Presiden Prabowo Subianto terlihat saat dia mengunjungi sosok senior, profesor sekaligus mantan Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup (PPLH), Emil Salim, Rabu (22/1). Pertemuan dilakukan di kediaman Emil yang berlokasi di Jakarta.

Dalam pertemuan itu, Prabowo dengan penuh hormat menyapa dan bersalaman dengan Emil. Dia juga meminta maaf karena baru dapat mengunjungi Emil.

"Luar biasa Pak Emil," kata Prabowo ke Emil.

"Mustinya saya ke depan," kata Emil, yang sebenarnya ingin menyambut Prabowo di depan kediamannya.

"Enggak, enggak enggak. Luar biasa Pak Emil. Minta maaf saya baru datang sekarang ini," ujar Prabowo lagi ke Emil.

Dalam pertemuan itu, mantan Menteri Perhubungan itu memberikan banyak pesan dan harapan kepada Prabowo.

"Saya tadi pagi kebetulan berjumpa dengan Profesor Emil Salim seorang senior usianya 94 tahun, berkali-kali jadi menteri ya beliau menyampaikan pesan-pesan, menyampaikan harapan-harapan, dan menyampaikan apa-apa yang beliau jadikan pegangan beliau," kata Prabowo saat memimpin sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (22/1).

Prabowo menyampaikan Emil Salim mengingatkannya bahwa menteri merupakan pejabat negara. Sehingga, para menteri harus mengabdi kepada negara.

"Inti yang saya kira saya tangkap dari beliau (Emil Salim), beliau ingatkan bahwa seorang menteri adalah seorang pejabat negara, berarti orientasi pengabdiannya adalah negara," ujarnya.

"Dengan demikian, saudara-saudara apa yang kemarin atau apa yang tadi disampaikan sebagai harapan para senior kita, kita diingatkan bahwa sebagai pejabat negara orientasi kita pertama untuk negara," sambung Prabowo.

Prabowo menuturkan kabinetnya diisi oleh berbagai latar belakang, mulai dari partai politik, organisasi kemasyarakatan, akademisi, hingga LSM. Kendati begitu, Prabowo meyakini jajaran menterinya berorientasi pada kepentingan negara dan rakyat.

"Saya ucapkan terima kasih karena saya rasakan walaupun begitu banyak tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang tapi yang saya rasakan sekarang orientasi kita adalah kepentingan negara, kepentingan rakyat. Dan saya kira ini dirasakan oleh rakyat kita," pungkas Prabowo.

Rekomendasi