Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengungkapkan kendala dalam pelaksanaan sertifikasi lahan komunal di kawasan masyarakat adat. Hal tersebut disampaikan di Kantor Kementerian ATR/BPN, Rabu (15/1).
Natalius Pigai menjelaskan bahwa rendahnya partisipasi masyarakat untuk mendaftarkan lahan ke Kementerian ATR/BPN disebabkan banyaknya klaim kepemilikan pribadi atas tanah komunal. Meski demikian, menurutnya Indonesia telah mengambil langkah maju dengan menyediakan skema sertifikat komunal melalui peraturan Menteri ATR/BPN.
Pigai memaparkan bahwa pihaknya akan memberikan masukan terkait nilai-nilai HAM dalam proses sertifikasi lahan komunal. Masukan tersebut mencakup tiga aspek utama yakni perlindungan terhadap masyarakat, penghormatan hak, dan pemenuhan kebutuhan masyarakat adat.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8401933/original/066407800_1783531599-1736940769245-2iyxj.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382841/original/099018500_1793012597-1315167.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382827/original/066952300_1793012113-IMG-20261026-WA0044.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381978/original/020745200_1792916852-Detik-detik_byd_lindas_driver_ojol_di_kawasan_blok-m.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382772/original/013226500_1793009078-1001795506.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382724/original/073963500_1793007217-IMG-20261026-WA0168.jpg)