Syafrizal (56), warga Gampong Pango Raya, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh menemukan bom di pekarangan rumahnya, Selasa (20/6). Amunisi mortir itu diduga peninggalan masa kolonialisme.
Mulanya, Syafrizal sedang membersihkan kebun di samping rumah. Saat sedang mencangkul, mata cangkulnya mengenai benda keras berbentuk bulat.
"Dia terkejut dan berhenti membersihkan kebun. Lalu melaporkan temuannya itu ke polisi," kata Kapolsek Ulee Kareng Iptu Roby Afrizal.
Advertisement
Petugas dari Polsek Ulee Kareng lantas mendatangi rumah Syafrizal dan memastikan benda yang ditemukan memang bom. Temuan itu diteruskan ke Kabagops Polresta Banda Aceh. Garis polisi pun dipasang di lokasi.
Tak lama berselang, tim Unit Jibom Sat Brimobda Polda Aceh bergegas datang ke lokasi.
Menurut Roby, bom tersebut merupakan amunisi mortir dengan bentuk bulat. Benda berukuran 40 sentimeter itu diduga peninggalan perang kolonialisme Belanda.
"Bom itu berhasil dievakuasi sekitar pukul 17.00 WIB," ujarnya.