INFOGRAFIS: Bahaya Mengerikan Digigit Anjing Rabies

Pemberian vaksinasi tidak hanya melindungi hewan dari ancaman rabies. Melainkan juga upaya agar siklus rabies di hewan berhenti dan masyarakat terlindungi dari ancaman rabies.

Syifa Hanifah
Oleh Syifa Hanifah - Reporter
INFOGRAFIS: Bahaya Mengerikan Digigit Anjing Rabies
Hari Rabies Sedunia. ©2022 Merdeka.com/Imam Buhori

Beberapa waktu yang lalu, viral kasus seorang balita di Buleleng meninggal dunia setelah terkena gigitan dari anjing peliharaan. Anjing tersebut ternyata terinfeksi rabies, sehingga menular kepada bocah berusia 5 tahun tersebut.

Oleh karena itu, Kementerian Pertanian telah menganggarkan Rp6,92 miliar untuk program vaksinasi rabies pada hewan. Mengingat ada sejumlah daerah yang mengalami peningkatan penyakit rabies, khususnya di Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Barat dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Tahun 2023 ini, Kementan telah mengalokasikan vaksin rabies senilai Rp6,92 miliar secara nasional," kata Direktur Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, Nuryani Zainuddin dalam keterangan resminya, dikutip Jakarta, Senin (19/6).

Pemberian vaksinasi tidak hanya melindungi hewan dari ancaman rabies. Melainkan juga upaya agar siklus rabies di hewan berhenti dan masyarakat terlindungi dari ancaman rabies.

Rabies sendiri merupakan penyakit infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan hewan. Virus yang menyebabkannya adalah lyssavirus dari famili rhabdoviridae.

Hewan utama pembawa virus rabies adalah kelelawar, rakun, dan tikus. Selain itu, hewan peliharaan seperti anjing dan kucing juga bisa terinfeksi dan menularkannya pada manusia.

Rekomendasi