Jokowi Kesal Penggunaan Anggaran Tak Optimal: Dipelototi Saja Masih Ada yang Bablas

Menurut Jokowi, peran pengawasan anggaran untuk rakyat sangat penting.

Muhammad Genantan Saputra
Jokowi Kesal Penggunaan Anggaran Tak Optimal: Dipelototi Saja Masih Ada yang Bablas
Konpers Rakernas PDIP. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, instansi pemerintah masih lemah dalam mengawasi penggunaan anggaran. Menurutnya, peran pengawasan anggaran untuk rakyat sangat penting.

"Kenapa saya juga sering cek ke lapangan, turun ke bawah, saya ingin pastikan bahwa apa yang kita programkan itu sampai betul ke rakyat, sampai ke masyarakat. Karena memang kita lemah di sisi itu," kata Jokowi saat pidato di Rakornas BPKP, Jakarta Timur, Rabu (14/6).

Jokowi menyebut, selama ini saja anggaran yang dipelototi langsung masih sering kebablasan.

"Dipelototi, turun kita ke bawah, itu saja masih ada yang bablas. Apalagi tidak," kata Jokowi.

Maka dari itu, Jokowi meminta agar Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mengecek lebih mendalam pada program dan anggaran di instansi pemerintah.

"Pengawasan internal jangan sampai cuma jadi aksesoris, dan enggak usah lah ada data yang ditutupi kalau memang ini salah tunjukkan kesalahan cara perbaikannya seperti apa. Saya minta ke seluruh daerah jangan abaikan rekomendasi yang diberikan BPKP," kata Jokowi.

Jokowi menegaskan skema pengawasan perlu berorientasi terhadap hasil. Utamanya untuk optimalisasi penggunaan anggaran dan program pemerintah.

"Saya minta pengawasan itu orientasi bukan prosedur nya, orientasi nya hasil itu apa. Banyak APBN-APBD kita yang berpotensi tidak optimal," tegasnya.

Rekomendasi