Sejumlah pelajar hingga mahasiswa di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan dikumpulkan dalam sebuah diskusi pendidikan bertajuk 'edukasi pencegahan kekerasan seksual di lingkungan sekolah', untuk mencegah kasus bullying dan kekerasan seksual.
"Kegiatan ini bertujuan agar teman-teman siswa SMK itu menjaga komunikasi baik secara lisan maupun tulisan di antara temannya, dan kami berikan slogan stop bullying dan stop kekerasan seksual," kata Koordinator Daerah Ganjar Milenial Center (GMC) Sinjai, Muh Iqbal Syam, Rabu (24/5).
Sukarelawan GMC selaku pelaksana diskusi tersebut menjelaskan, kegiatan menghadirkan pemateri aktivis perempuan dan anti-kekerasan seksual Kabupaten Sinjai Nurul Afdah serta Ketua Umum HMI Komisariat Teuku Umar Cabang Sinjai Faradina.
Sejumlah materi yang dibeberkan yaitu pengertian, jenis pelecehan seksual, dampak yang dialami, bahaya, hingga cara mencegahnya.
Iqbal menegaskan, langkah edukatif ini diambil untuk mengkampanyekan antikekerasan seksual yang dialami di lingkungan pendidikan.
Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), ada sebanyak 4.683 aduan masuk sepanjang tahun 2022. Klaster Perlindungan Khusus Anak (PKA) merupakan pengaduan paling tinggi dengan angka 2.133 kasus.
Kasus tertinggi adalah jenis kasus anak menjadi korban kejahatan seksual dengan jumlah 834 kasus. KPAI menemukan kekerasan seksual terjadi di ranah domestik di berbagai lembaga pendidikan berbasis keagamaan maupun umum.
Menurut dia, faktor tingginya angka kasus pelecehan seksual tersebut adalah akibat dari minimnya pengetahuan maupun edukasi tentang seks.
"Ya, harapan saya dari kegiatan ini tadi yang selesai terlaksana semoga teman-teman dapat menggali atau mengambil poin-poin intens dipaparkan oleh pemateri. Jaga etika, jaga akhlak, dan hindari yang namanya pergaulan bebas," ungkap dia.
Salah satu pelajar SMK, Adelia Putri (17) merasa kegiatan positif seperti ini perlu diadakan secara masif dan merata agar kalangan pelajar maupun mahasiswa bisa memahami tentang kekerasan seksual hingga cara preventif nya.
"Kalau menurut saya pribadi, dengan adanya seminar edukasi-edukasi kekerasan seksual ini sangat bermanfaat apalagi saya sebagai pelajar. Saya perlu mengetahui pengetahuan yang tidak saya ketahui," ucap Adelia.