Disebut Cepu Polisi, Ini Tampang Kakak Angkat Perkosa Adik di Pademangan

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Iverson Manossoh telah membenarkan adanya kasus tersebut dengan laporan polisi LP/B/224/III/2023/ SPKT /Polres Metro Jakut/Polda Metro Jaya. Dimana Zulfadli saat ini telah dalam pengejaran petugas.

Bachtiarudin Alam
Oleh Bachtiarudin Alam - Reporter
Disebut Cepu Polisi, Ini Tampang Kakak Angkat Perkosa Adik di Pademangan
garis polisi. ©2022 Merdeka.com

Sosok Zulfadli buronan atas kasus pemerkosaan wanita AM (18) istri dari Dika saat ini masih diburu pihak kepolisian. Usai, kasus pemerkosaan di Indekos kawasan Pademangan terkuak dan dilaporkan ke polisi.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Iverson Manossoh telah membenarkan adanya kasus tersebut dengan laporan polisi LP/B/224/III/2023/ SPKT /Polres Metro Jakut/Polda Metro Jaya. Dimana Zulfadli saat ini telah dalam pengejaran petugas.

"Pelaku dalam pengejaran," kata Iverson dikonfirmasi, Kamis (11/5).

Iverson menyampaikan pengejaran kepada terduga pemerkosa Zulfadli dilakukan. Usai pelaku melarikan diri, ketika kejadian pemerkosaan kepada istrinya AM dilaporkan Dika.

"Iya betul (melarikan diri),” ujarnya.

Secara terpisah, kuasa hukum korban, Arifin mengungkap bila Zulfadli sudah dianggap kliennya sebagai kakak angkat. Karena semenjak merantau ke Ibu Kota delapan tahun lalu, Dika telah mengenal baik sosok Zulfadli.

"Ketika sekitar 8 tahun lalu dia (Dika) masih muda. Waktu dia di Jakarta Dulu dia kenal lah sama pelaku ini dianggapnya abang angkatnya sama keluarganya semua kenal," kata kuasa hukum Dika dan AM, Arifin saat dihubungi, Kamis (11/5).

Namun semua itu berubah usai, kasus pemerkosaan itu berlangsung sebanyak dua kali yakni 20 Februari 2023 dan 2 Maret 2023. Bahkan, Dika baru mengetahui jika sosok Zulfadli bukan sebagai anggota namun diduga sebagai cepu.

"Mungkin karena dari kampung dia enggak ngerti juga dia nunjukin kartu polisi. Tapi terakhir dia juga tahu bahwa pelaku ini cepu," kata dia.

Rekomendasi