Ramai kasus pemotongan gaji karyawan outsourcing di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo mendapat sorotan. Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka meminta kasus tersebut segera diselesaikan dan tidak terjadi lagi.
"Sudah diselesaikan tadi sama Pak Munajat (Direktur Operasional Masjid Raya Sheikh Zayed Solo). Jangan sampai terjadi lagi, sudah dirampungke mau (tadi)," ujar Gibran, Selasa (2/5).
Dihubingi terpisah, Munajat tidak menampik adanya peristiwa tersebut. Pihaknya saat ini sedang membuka dialog pihak penyedia jasa karyawan outsourcing Masjid Raya Sheikh Zayed Solo.
"Terkait permasalahan penggajian yang terlambat dan potongan, kita sedang berdialog dengan PT Arsanya selaku penyedia outsourcing dan para karyawan. Kita kumpulkan informasinya, Kalau yang sifatnya delay saya sudah minta direkturnya agar segera dibayarkan. Pegawainya di sini kan outsourcing semua," katanya.
Selain itu, pihaknya juga sedang mengumpulkan karyawan outsourcing yang mengalami pemotongan gaji. Hal tersebut untuk mengetahui akar permasalahan yang sebenarnya. Sebagai penanggung jawab keseluruhan, Munajat berjanji untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut.
"Permasalahannya seputar apa, kita petakan, kita di tengah-tengah, kita penanggung jawab keseluruhan. Biar nanti nyaman semua, segera kita selesaikan," tandasnya.
Munajat mengaku tidak mengetahui pasti permasalahan yang terjadi. Termasuk berapa orang karyawan yang mengalami kondisi serupa. Di sisi lain, jelas Munajat, pengadaan jasa karyawan outsourcing Masjid Raya Sheikh Zayed merupakan kerja sama pihak ketiga dengan pihak Uni Emirat Arab.
"Jadi kebetulan yang menunjuk memang kedutaan Uni Emirat Arab langsung. Kemarin kan berubah-ubah kontraknya. Jadi kami belum menerima kontrak terakhir kesepakatan PT Arsa dengan pihak UEA," pungkas dia.