Kondisi Terkini Polisi yang Tertembak saat Penyerangan Mapolres Jeneponto

Pelayanan masyarakat di Mapolres Jeneponto juga sudah berjalan seperti sedia kala. TNI dan Polri sudah bersatu memberikan rasa aman dan tertib kepada masyarakat.

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar - Reporter
Kondisi Terkini Polisi yang Tertembak saat Penyerangan Mapolres Jeneponto
Kondisi Mapolres Jeneponto usai insiden penyerangan. Antara

Kondisi personel Kepolisian Resor Jeneponto, Bripka Mus Muliadi yang tertembak saat penyerangan dan perusakan semakin membaik usai menjalani operasi. Kasus penyerangan dan perusakan Mapolres Jeneponto, kini ditangani Propam Mabes Polri bersama POM Mabes TNI.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Darah Sulawesi Selatan, Komisaris Besar Komang Suartana mengatakan kondisi kesehatan Bripka Mus Muliadi semakin membaik usai menjalani operasi. Meski demikian, Bripka Mus Muliadi masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara.

"Kondisi terakhir, korban yang terkena tembak kondisinya sudah membaik. Wilayah Jeneponto juga situasi kondusif semuanya," kata Komang di Ditlantas Polda Sulsel, Jalan AP Pettarani Makassar, Selasa (2/5).

Komang juga menyebut pelayanan masyarakat di Mapolres Jeneponto juga sudah berjalan seperti sedia kala. Ia menegaskan TNI dan Polri sudah bersatu memberikan rasa aman dan tertib kepada masyarakat.

"TNI dan Polri bersatu melaksanakan kegiatan sedia kala sehingga masyarakat aman dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari," tuturnya.

Terkait selongsong, Komang juga menyebut sampai saat ini belum ditemukan dan masih dicari. Meski demikian, Komang menyebut peluru yang ditembakkan menembus tubuh Bripka Mus Muliadi.

"Selongsong masih dicari sampai sekarang, karena tembus," tegasnya.

Mantan Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Barat ini menyebut kasus penyerangan dan perusakan Mapolres Jeneponto sudah diambil alih Propam Mabes Polri dan POM TNI. Ia menyebut masih belum ada hasil terbaru terkait penyelidikan Propam Mabes Polri dan POM TNI.

"Kasus penyerangan Mapolres Jeneponto sudah diambil alih. Kita tinggal tunggu saja dari Propam Mabes dan Puspopam TNI," ucapnya.

Rekomendasi