Partai Buruh mengincar rebut 30 kursi di Parlemen pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang. Kepada massa buruh, Presiden Partai Buruh Said Iqbal mengatakan membutuhkan 5-6 juta suara dari 70 juta buruh.
"Ada 70 juta buruh saya hanya minta 5 sampai 6 juta atau 30 kursi kita rebut. Nanti kalau kita masuk DPR RI, DPRD Kabupaten Kota, DPRD Provinsi DPRI setiap bulan November kita ribut tentang upah kita enggak perlu demo. Anggota DPR yang kita suruh," kata Said Iqbal saat berorasi di acara May Day Fiesta 2023 di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Senin (1/5).
Said Iqbal menerangkan, kenaikan harga kebutuhan pokok, Bahan Bakar Minyak (BBM) dan upah ditentukan lewat keputusan politik baik itu DPR RI maupun DPRD dan pemerintah pusat maupun pemerintah
Advertisement
"Nasib saudara ditentukan keputusan politik," ujar Said Iqbal.
Said Iqbal kemudian menyinggung sikap partai politik terhadap kaum buruh. Salah satunya terkait upah minimum.
"Ada tidak, satu partai politik ketika bulan November, Desember ada kenaikan upah minimum ada enggak yang belain buruh," tanya Said Iqbal
"Enggak ada," jawab buruh dengan kompak
"Padahal upah adalah daya beli kaum buruh, kaum petani," Said Iqbal menimpali.
Advertisement
Said Iqbal menerangkan berdasarkan data dari BPS. Dijelaskan, suara buruh formal mencapai 70 juta. Dia pun meminta semua kaum buruh mencoblos Partai Buruh.
Dalam hal ini, Iqbal menolak disebut sedang berkampanye. Dia berdalih, hanya melakukan sosialisasi
"Kamu coblos 2024, saya bukan kampanye, sosialisasi ngasih tahu sama buruh. Kalau dilarang lawan enggak? Lawan enak aja," ujar dia.
Reporter: Ady Anugrahadi/Liputan6.com