Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono kembali berbelasungkawa atas gugurnya Prajurit TNI atas nama Pratu F personel dari Satgas Yonif R 321/GT. Akibat serangan dari kelompok separatis teroris (KST) dan sempat hilang di Distrik Mugi, Nduga, Papua Pegunungan.
"Almarhum merupakan korban kelima yang gugur oleh serangan gerombolan KST di Mugi-Mam Nduga," katanya dalam keterangannya, dikutip Minggu (23/4).
Jenazah Almarhum Pratu F ditemukan oleh Tim Gabungan pada Sabtu (22/4) kemarin. Ketika melakukan pencarian dan penelusuran pasca peristiwa penembakan oleh KST saat misi pencarian pilot Susi Air Capt Philips Mark Merthens.
Advertisement
Selanjutnya, jenazah Pratu F langsung dievakuasi ke Timika, selanjutnya dibawa ke RSUD untuk pemulasaraan Jenazah. Rencana besok Senin (24/4/23) Jenazah akan diterbangkan ke kampung halamannya di Magelang.
"Almarhum gugur sebagai Kusuma Bangsa. Semoga Tuhan Yang Maha Esa menerima semua amal ibadahnya dan ditempatkan di tempat yang layak di sisiNya," imbuhnya.
Sebelumnya, diketahui jika serangan yang diterima Satgas Yonif Raider 321/Galuh Taruna dilakukan KST. Ketika Tim mulai mendekati posisi penyandera pilot Susi Air, Philips Mark Methrtens (37).
Akibat baku tembak itu ada empat prajurit yang tewas ditembak, yaitu Pratu Miftahul Arifin, Pratu Kurniawan, Pratu Ibrahim dan Prada Sukra, telah dipulangkan lebih dulu.
Sementara, Pratu F adalah personel yang ditugaskan melakukan penyisiran. Ia pun sempat dikabarkan hilang, dan ketika ditemukan ternyata telah gugur.