Ratusan Pengungsi Rohingya Terdampar di Aceh Timur, Jejak Kapal Pengangkut Hilang

Camat Peurelak, Nasri, mengatakan saat ditemukan pengungsi Rohingya terdiri dari 94 laki-laki, 70 perempuan, dan 20 anak-anak itu banyak yang dalam kondisi lemas.

Alfath Asmunda
Oleh Alfath Asmunda - Reporter
Ratusan Pengungsi Rohingya Terdampar di Aceh Timur, Jejak Kapal Pengangkut Hilang
Ratusan Rohingya Kembali Masuk Wilayah Aceh Timur. ©2023 Merdeka.com

Sebanyak 184 orang pengungsi Rohingya terdampar di pinggir pantai Gampong Matang Peulawi, Kecamatan Peurelak, Kabupaten Aceh Timur, Senin (27/3).

Camat Peurelak, Nasri, mengatakan ratusan pengungsi itu tiba di Matang Peulawi sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.

"Ketika etnis Rohingya ini tiba kapal mereka sudah tak ada lagi di pinggir pantai. Saya tidak tahu kapal itu ke mana dan mengapa bisa menghilang," katanya kepada merdeka.com.

Nasri mengatakan, saat melihat kondisi pengungsi di lokasi banyak di antara mereka dalam keadaan lemas. "Mungkin sudah beberapa hari nggak makan," ujarnya.

Sebagian yang lemas-lemas tersebut, sudah mendapat penanganan medis oleh petugas kesehatan. Beberapa orang di antara pengungsi terpaksa dilarikan ke rumah sakit.

"Yang saya lihat ada lima orang dewasa dan anak-anak mendapatkan penanganan, dibawa mereka ke rumah sakit," beber Nasri.

Nasri menyebut dari 184 pengungsi itu terdiri dari 94 laki-laki, 70 perempuan, dan 20 anak-anak. Pengungsi Rohingya sementara kini ditampung di Meunasah (mushalla) Desa Matang Peulawi, Kecamatan Peureulak.

"Soal mereka akan ditampung di mana kami belum tahu, ini masih melakukan koordinasi dengan berbagai pihak," jelasnya.

Rekomendasi