Sebanyak 21 pengungsi etnis Rohingya terdampar di Gampong Padang Kawa, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Provinsi Aceh, pada Senin (13/3) pagi.
Ini kali pertama etnis Rohingya terdampar di Abdya yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Sebelumnya, pengungsi Rohingya kerap terdampar di wilayah yang berbatasan dengan Selat Malaka.
"Kami sedang cari tahu juga mengapa bisa melalui Samudera Hindia. Selama ini kan mereka kerap terdampar di sekitar daerah yang berbatasan dengan Selat Malaka," ujar Kapolres Aceh Barat Daya AKBP Dhani Catra Nugraha kepada merdeka.com.
Dia menjelaskan pihaknya mendapat informasi 21 etnis Rohingya itu tiba sekitar pukul 05.00 Wib. Menurut pengakuan warga, kata Dhani, mereka tiba-tiba saja sudah berada dalam perkampungan dan meminta makanan. Warga kemudian membantu memberikan makanan dan air minum.
"Dalam rombongan itu terdapat satu anak laki-laki dan tiga anak perempuan," ujarnya.
Advertisement
Berdasarkan keterangan salah satu etnis Rohingya dalam rombongan yang bisa berbahasa Melayu, tutur Dhani, mereka berangkat dari Bangladesh. Tapi pihaknya masih mendalami informasi tersebut.
Selain itu, ungkap Dhani, mereka mengaku bagian dari rombongan 48 orang pengungsi Rohingya yang menaiki satu kapal. Namun, 27 orang yang lainnya kembali pergi berlayar.
"Rohingya yang tiba di Aceh Barat Daya ini sepertinya diturunkan dari kapal. Kami sudah lacak keberadaan kapalnya tapi belum ketemu," ujarnya.
AKBP Dhani Catra Nugraha menduga awalnya rombongan pengungsi itu memang melewati jalur laut Selat Malaka, namun karena banyak patroli laut di sana, mereka memutar ambil jalur ke Samudera Hindia hingga tiba di Abdya.