Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan, capaian vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap hewan ternak baru angka 25 persen dari populasi. Dia menargetkan vaksinasi itu selesai pada tahun ini.
"Pelaksanaan vaksinasi PMK akan kami selesaikan di tahun 2023 ini, mengingat realisasinya baru mencapai 25 persen dari populasi," kata Suharyanto dalam Rakornas Penanggulangan Bencana di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (2/3).
Suharyanto menyebut, saat ini ada 5.700 kasus PMK yang masih tersisa, dari total kasus yang sempat mencapai 619.000 ekor ternak. Maka, pihaknya masih berusaha mengendalikan wabah PMK tersebut.
"Bapak Presiden, saat ini Pandemi Covid-19 telah berhasil dikendalikan. Kami juga masih bekerja sebagai Satgas Pengendalian PMK, tetap berfokus pada pengentasan sisa kasus sebanyak 5.700 ekor, dari total kasus yang sempat mencapai 619.000 ekor ternak," tuturnya.
Selain itu, Suharyanto mengungkapkan, kejadian bencana pada 2022 mengalami penurunan dari sebelumnya. Namun, untuk dampak dari kejadian bencana alam seperti korban meninggal dan kerusakan infrastruktur yang terjadi pada 2022 lebih besar dibanding 2021.
"Ditinjau dari jenisnya, bencana hidrometeorologi basah masih dominan. Namun dari sisi dampaknya, bencana geologi lebih signifikan, sehingga menjadi fokus perhatian ke depan dalam upaya mitigasi dan kesiapsiagaannya," pungkasnya.