Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin meninjau langsung proyek rekonstruksi pasca-bencana gempa bumi yang melanda Mamuju, Sulawesi Barat. Pihak Kementerian PUPR pun menjelaskan secara langsung saat berada di SMK 1 Rangas, salah satu sekolah unggulan di Mamuju yang hancur terdampak gempa.
Pejabat Pembuat Keputusan (PPK) Prasarana Strategis Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulbar Kementerian PUPR, M Sulthoni Rahman menyampaikan bahwa, catatan awal ada sebanyak 247 bangunan yang rusak. Setelah dilakukan assessment maka ada 139 bangunan yang ditangani Kementerian PUPR dan sisanya diurus oleh masing-masing instansi.
"Dari 139 itu kami kategorikan tiga bangunan. Ada fasilitas pemerintahan, kesehatan, dan pendidikan. Untuk pemerintah kami sudah selesaikan 64 bangunan dan sisanya kami masih dalam tahap penyelesaian, dan untuk faskes meliputi Puskesmas, Posyandu, RSUD, itu sudah kami selesaikan," tutur Sulthoni kepada Wapres Ma’ruf Amin di SMK 1 Rangas, Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (23/2).
Kemudian, lanjutnya, ada 43 sekolah yang terdampak gempa dengan 37 di antaranya telah dibangun kembali, termasuk SMK 1 Rangas. Sementara untuk gedung pemerintah, ada Kantor Bupati Mamuju yang hancur dan telah dibangun kembali.
"Kemudian RSUD juga sama sudah kami lakukan rekonstruksi, kantor gubernur saat ini sedang dalam proses pembangunan. Pendidikan, ini ada beberapa madrasah yang rusak parah sudah kami bangun kembali, contoh MAN Mamuju Bapak. Kalau rumah penduduk oleh Balai Perumahan. Kalau yang kami tangani di sini Direktorat Cipta Karya," ujarnya.
"Dulu ini hancur ya? (SMK 1 Rangas)," tanya Ma’ruf.
"Keseluruhan bangunan di sini hancur, hanya menyisakan enam bangunan dan satu lantai. Yang di sana ada bangunan dua lantai memang dulunya semuanya hancur, menyisakan di belakang, yang di belakang lebih tinggi," jawab Sulthoni.
Advertisement
Menurutnya, ada 9 kompetensi di SMK 1 Rangas antara lain teknik otomotif, teknik dan bisnis sepeda motor, DKV, teknik instalasi listrik, teknik elektronika industri, agribisnis pengelolaan hasil pertanian, teknik pengelasan, konstruksi jalan irigasi dan jembatan, desain pemodelan dan informasi bangunan, serta dilengkapi laboratorium bahasa.
"Alat-alat labnya ini sejak gempa hancur semua, belum ada," sahut Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat, M Natsir kepada Wapres Ma’ruf.
"Sekarang belum ada?" tanya Ma’ruf.
"Belum ada, sudah hancur semua, sebelum gempa lengkap semua. Peralatan lab sebelumnya ada, Sekarang pakai tenda dan sekolahnya di rumah warga," jawab Natsir.
"Praktiknya bagaimana?" kata Ma’ruf.
"Praktiknya, sekarang lebih banyak teori dulu," jawabnya.
"Wah ini jangan sampai SMK ini menjadi SMK teori. Gedungnya sudah siap?" tanya Ma’ruf lagi.
"Sudah siap, ada 15 bangunan yang direkonstruksi dan enam direhab, yang 2 lantai kami rekonstruksi, yang belakang 1 lantai kami rehab. Kami bangun dengan standar gempa baru," terang Pejabat Pembuat Keputusan (PPK) Prasarana Strategis Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulbar Kementerian PUPR, M Sulthoni Rahman.
"SMK ini praktik, supaya jangan lama-lama," kata Wapres.
Reporter: Nanda Perdana
Sumber: Liputan6.com