Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Satreskrim Polrestabes Makassar mengungkap pelaku perampokan minimarket di Jalan Andi Djemma Makassar yang terekam CCTV dan viral di media sosial (medsos). Empat orang pelaku ditangkap, Senin (13/2).
Kepala Sub Unit 2 Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar Inspektur Dua Nasrullah mengatakan, empat orang yang ditangkap dalam kasus perampokan minimarket dengan mengancam kasir menggunakan senjata tajam yakni RFH (23), BUD (22), FS (20), dan H (18).
"Dari empat pelaku, RFH yang menjadi eksekutor (perampokan) dan tiga lainnya bertugas menjaga pintu masuk Alfamidi," ujarnya melalui pesan WhatsApp, Selasa (14/2).
Nasrullah mengaku RFH melakukan perampokan dengan mengancam seorang karyawan minimarket menggunakan sajam jenis samurai. RFH pun mengambil uang setidaknya Rp300 ribu dari meja kasir minimarket.
"Pengakuan pelaku, uang digunakan untuk membeli miras (minuman keras)," bebernya.
Nasrullah memaparkan kasus itu terungkap setelah pihaknya menganalisis rekaman CCTV di tempat kejadian perkara (TKP). Dari rekaman CCTV tersebut, polisi menangkap terlebih dahulu pelaku inisial BUD di Jalan Alauddin Makassar.
"Dari hasil keterangan BUD, dua pelaku lainnya yakni FS dan H sedang berada di Jalan Alauddin 2 Lr 2 KecamatanTamalate. Saat itu pula keduanya kami tangkap," bebernya.
Advertisement
Setelah penangkapan terhadap ketiga pelaku, polisi mengungkapkan sosok pria yang mengancam karyawan minimarket di Jalan Andi Djemma. Pada saat dilakukan penangkapan, RFH tak berkutik.
"Dari para pelaku kita amankan satu samurai dan dua motor yang digunakan saat merampok Alfamidi. Salah satu motor yang kami amankan ternyata juga hasil pencurian di wilayah hukum Polsek Tamalate," ungkapnya.
Kini keempat pelaku mendekam di balik jeruji Polrestabes Makassar.
Advertisement
Sebelumnya diberitakan, Sebuah video CCTV atau kamera pengawas seorang pria melakukan aksi perampokan di sebuah minimarket di Jalan Andi Djemma Makassar viral di media sosial (medsos).
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Kota Besar Makassar, Komisaris Lando K Sambolangi mengatakan aksi perampokan minimarket di Jalan Andi Djemma yang terlihat dalam video viral tersebut terjadi pada Selasa (7/2) pukul 22.25 Wita. Lando memaparkan korban sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Rappocini Makassar.
"Anggota sudah mendatangi TKP untuk melakukan penyelidikan. Akibat kejadian tersebut, minimarket kehilangan uang tunai sebesar Rp391.500 yang merupakan hasil penjualan," ujarnya melalui pesan WhatsApp, Rabu (8/2).
Lando menjelaskan kronologi kejadian berawal pada saat karyawan toko melakukan aktivitasnya di meja kasir. Pada saat itu, datang tiga orang dengan mengendarai satu motor di minimarket tersebut.
"Dan salah satu pelaku masuk ke dalam minimarket membawa parang panjang dalam keadaan terhunus dan dua orang pelaku lainnya menunggu di luar," ungkapnya.
Dengan sajam tersebut, pelaku masuk dan mengancam karyawan minimarket. Pada saat itulah, pelaku meminta kepada karyawan minimarket untuk menyerahkan uang.
"Karyawan minimarket ini ketakutan karena diancam dengan saja. Karena takut itu, pelaku berjalan ke arah kasir dan kemudian mengambil uang tunai sebesar Rp. 391.500," bebernya.
Setelah mengambil uang di meja kasir tersebut, pelaku langsung ke luar minimarket dan menemui dua rekannya yang sudah menunggu. Lando mengaku pihaknya masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa CCTV di sekitar TKP.
"Sampai saat ini anggota sementara melakukan penyelidikan untuk menangkap para pelaku," ucapnya.