Penjelasan Menkes Budi soal Kasus Gagal Ginjal Akut Anak di DKI

Pihak yang pertama kali menemukan kasus tersebut, kata Menkes Budi, ialah RSCM dan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia). Ia mengaku saat itu langsung diinformasi oleh keduanya.

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
Penjelasan Menkes Budi soal Kasus Gagal Ginjal Akut Anak di DKI
Menkes raker dengan komisi IX DPR. ©2022 Liputan6.com/Angga Yuniar

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin akhirnya buka suara soal temuan kasus gagal ginjal akut anak di DKI Jakarta. Ia mengatakan dua kasus, satu di antaranya telah dikonfirmasi bukan gagal ginjal akut.

"Memang kita mengidentifikasi, bulan ini ada dua. Jadi sudah sekian lama berhenti, sekarang aad 2 kasus," kata Menkes Budi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (8/2).

"Tapi yang satu sudah confirm itu bukan gagal ginjal akut," katanya.

Untuk pasien terkonfirmasi gagal ginjal akut, telah dirujuk sebanyak dua kali.

"Jadi sebelum sampai ke RSCM, sehingga pada saat tiba di RSCM kita kasih formepizol sudah terlambat pada hari yang sama yang bersangkutan meninggal dan usianya di bawah 1 tahun," tuturnya.

Pihak yang pertama kali menemukan kasus tersebut, kata Menkes Budi, ialah RSCM dan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia). Ia mengaku saat itu langsung diinformasi oleh keduanya.

"Langsung mengirimkan samplenya ke labkesda DKI. Ini salah satu Labkesda yang paling lengkap dan paling modern alat-alatnya," tuturnya.

Hasil Labkesda DKI mencatat pasien tersebut positif gagal ginjal akut anak.

"Pada saat yang sama, kita juga langsung mengontak ke BPOM dan setahu saya samplenya dikirim ke sana dan memang ada perbedaan data."

Menkes Budi mengatakan sample juga dikirim ke empat laboratorium lainnya. "Dan harusnya dalam waktu dekat bisa keluar hasilnya," katanya.

Rekomendasi