Polresta Malang Kota menyatakan tiga orang mengalami luka-luka akibat penyerangan Kantor Arema FC. Saat ini para korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis.
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto menyatakan, tiga orang yang luka terdiri dari warga sekitar dan dua orang penjaga di Kantor Arema FC.
"Sementara terdeteksi tiga yang luka, yang sudah ditangani medis," tegas Kombes Pol Budi Hermanto di lokasi, Minggu (29/1).
Petugas kepolisian dari Polresta Malang Kota berjaga dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pasca penyerangan Kantor Arema FC. Polisi melakukan evakuasi korban dan inventarisir terhadap kerusakan di lokasi.
"Informasi satu warga sekitar dan dua dari pihak Arema FC," tegasnya menambahkan.
Budi menyayangkan terjadinya penyerangan Kantor Arema FC di Jalan Panjaitan Kota Malang. Penyerangan dilakukan oleh sejumlah massa yang menggelar aksi tuntutan di depan Kantor Arema FC.
"Intinya kami Polresta Malang menyayangkan adanya penyerangan kantor Arema FC ini," terangnya.
Advertisement
Polresta Malang mengaku telah mendapat pemberitahuan kegiatan aksi massa yang terjadi di depan Kantor Arema FC. Karena seperti aksi sebelumnya, massa menempel stiker tuntutan di Kantor Arema.
"Memang pemberitahuan kegiatan aksi oleh teman-teman sudah kita komunikasikan. Kita lakukan pendekatan seperti beberapa waktu lalu, aksi hanya menempelkan stiker, leaflet di kantor Arema," urainya.
"Tapi ini dilakukan langsung penyerangan, makanya ini kami yang pasti dari Polresta, kami akan evakuasi terhadap korban luka," katanya.
Aksi demonstrasi di depan Kandang Singa atau Kantor Arema FC Malang berakhir ricuh. Aksi massa diwarnai ketegangan, sebelum kemudian terjadi pengerusakan Kantor di Jalan Mayjend Panjaitan 42 Kota Malang.
Lemparan bebatuan oleh massa membuat Official Store Arema porak-poranda. Ruang bangunan etalase itu pecah dengan kaca berserakan, begitu pun merchandise yang dipajang di dalamnya.