Jajanan ciki ngebul atau cikibul tengah populer di masyarakat. Mereka yang menyantap makanan tersebut akan mengeluarkan asap dari hidung atau mulut mereka. Usai mengonsumsi makanan, mereka meniup asap dari hidung dan mulut.
Dengan bentuk makanan berwarna-warni, ciki asap ini mampu menarik perhatian anak-anak dan remaja. Bahkan orang dewasa penasaran untuk mencobanya.
Sayangnya jajanan yang sedang populer ini memakan korban jiwa. Kementerian Kesehatan mencatat, sudah ada 10 anak mengalami keracunan akibat mengonsumsi Cikibul. Kasus tersebut tersebar di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jakarta.
Direktur Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Anas Maruf mengatakan, keracunan yang dialami anak-anak bukan karena snack berwarna warni yang dikonsumsi. Tetapi akibat nitrogen cair atau liquid nitrogen yang berlebihan.
"Snacknya enggak masalah, itu ciki-cikian yang ada di pasaran. Tapi kali ini penyajiannya dengan nitrogen cair," kata Anas saat konferensi pers, Kamis (12/1) lalu.