Kementerian ESDM: Sumut Lokasi Strategis Kembangkan Motor Listrik

Sumatera Utara khususnya Kota Medan merupakan salah satu lokasi yang strategis untuk mengembangkan konversi motor bahan bakar minyak (BBM) ke tenaga listrik.

Uga Andriansyah
Oleh Uga Andriansyah - Reporter
Kementerian ESDM: Sumut Lokasi Strategis Kembangkan Motor Listrik
Dirjen EBTKE Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana. ©2023 Merdeka.com

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, menilai wilayah Sumatera Utara khususnya Kota Medan merupakan salah satu lokasi yang strategis untuk mengembangkan konversi motor bahan bakar minyak (BBM) ke tenaga listrik.

“Kami melihat ini adalah satu hal yang strategis di mana secara nasional ada 120 juta motor di Indonesia dan Sumut khususnya Kota Medan saya yakin jumlahnya pasti cukup signifikan. Program ini banyak manfaatnya tidak hanya secara nasional tapi juga ke penggunanya,” katanya saat memperkenalkan program konversi motor BBM menjadi bertenaga listrik kepada Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah, Kamis (12/1).

Dadan melanjutkan, saat ini Kementerian ESDM telah melakukan uji coba konversi motor listrik terhadap 143 unit motor listrik. Bahkan beberapa di antaranya berhasil mendapatkan surat tanda nomor kendaraan (STNK). Kementerian ESDM menargetkan 100.000 motor dikonversi selama setahun.

“Kami secara nasional untuk konversi, Pak Menteri ingin berada di 100.000 setahun. Kami melihat barangkali nanti basisnya masuk ke kota-kota besar dahulu, Kota Medan salah satunya,” ungkapnya.

Bukan hanya itu, kata Dadan, program konversi motor BBM ke tenaga listrik juga sebagai upaya menekan emisi dan biaya energi.

“Kami sudah hitung secara nasional kalau konsumsi rata-rata BBM sepeda motor yakni pertalite mencapai 25 liter atau tepatnya 25,4 liter per bulan. Nah kalau ini dihitung dengan harga pertalite sekarang itu bisa hemat biaya Rp3,6 juta dikurang Rp600 ribu untuk biaya listrik jadi Rp3 juta,” ujarnya.

Kemudian, biaya yang dibutuhkan untuk mengkonversi sepeda motor BBM menjadi listrik mencapai Rp15 juta.

“Kalau modalnya nanti Rp15 juta dan ada subsidi pemerintah sekitar Rp7 jutaan. Maka balik modal sebelum 3 tahun. Jangan ragu motornya tetap punya tenaga yang sama dengan sepeda motor sebelumnya,” ungkap Dadan.

Sementara itu, Wagub Sumut, Musa Rajekshah, mengatakan pihaknya menyambut baik program ini.

“Kita mau coba dahulu sosialisasikan kepada masyarakat karena ini hal baru. Masyarakat pasti mau lihat dahulu apa keuntungan mengubah motornya menjadi motor listrik,” katanya.

Lanjut pria yang kerap disapa Ijeck itu, Pemerintah Provinsi Sumut juga ingin merangsang masyarakat dari segi pajak apabila nantinya program konversi motor BBM ke listrik terealisasi.

“Kita mau bikin lebih murah biaya pajaknya, tapi hal terpenting bagaimana masyarakat tahu kalau sepeda motor listrik itu lebih murah, lebih efisien,” pungkasnya.

Rekomendasi