INFOGRAFIS: Penyebab Cuaca Ekstrem di Indonesia

Agar tidak hujan lebat di wilayah Jabodetabek, akan dilakukan modifikasi cuaca. Tujuannya hujan dapat dipaksa turun di laut Jawa.

Syifa Hanifah
Oleh Syifa Hanifah - Reporter
INFOGRAFIS: Penyebab Cuaca Ekstrem di Indonesia
Potensi Cuaca Ekstrem. ©2021 Liputan6.com/Faizal Fanani

Cuaca ekstrem diprediksi akan melanda wilayah Indonesia pada 28 Desember 2022 sampai 2 Januari 2023. Cuaca ekstrem berupa hujan lebat berpotensi terjadi di beberapa wilayah Indonesia, termasuk di Jobodetabek.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan pihaknya saat ini sedang bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memitigasi terjadinya hujan lebat di wilayah Jabodetabek.

"Tentang potensi ekstrim justru kami sedang bekerja sama dengan BRIN. Ini kerja sama untuk menerapkan teknologi modifikasi cuaca. Berupaya agar hujan dapat dipaksa turun di laut Jawa. Atau wilayah di luar permukiman, misal di danau atau waduk. Itu kami sedang bekerjasama untuk modifikasi cuaca," kata Dwikorita saat konferensi pers virtual, Selasa (27/12).

Dwikorita menjelaskan, terkait kabar adanya badai yang akan menerjang Jabodetabek dan Banten pada 28 Desember 2022 adalah hujan dengan intensitas lebat. Namun data BMKG menyebutkan hujan dengan intensitas tinggi di Jabodetabek dan Banten berpotensi terjadi pada 30 Desember 2022.

"Kalau 28 Desember itu, data menunjukan belum ada warna merah. Yang dikhawatirkan justru wilayah Jawa Tengah dan Laut Jawa, itu terjadi," katanya.

Rekomendasi