Tanah Longsor di Tinggimoncong Gowa, 3 Warga Meninggal Dunia

Kepala BPBD Gowa, Ikhsan Parawansa mengatakan, longsor di Bangkeng Tabbing, Lingkungan Bontotene, Kelurahan Bontolerung, Kecamatan Tinggimoncong terjadi pukul 03.00 Wita. Longsor disebabkan intensitas curah hujan yang sangat tinggi.

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar - Reporter
Tanah Longsor di Tinggimoncong Gowa, 3 Warga Meninggal Dunia
Pencarian Korban Longsor Cugenang. ©2022 Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Cuaca ekstrem yang terjadi dalam dua hari terakhir di Sulawesi Selatan, khususnya Gowa menyebabkan bencana tanah longsor di Bangkeng Tabbing, Lingkungan Bontotene, Kelurahan Bontolerung, Kecamatan Tinggimoncong. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gowa, tiga orang dilaporkan meninggal dunia.

Kepala BPBD Gowa, Ikhsan Parawansa mengatakan, longsor di Bangkeng Tabbing, Lingkungan Bontotene, Kelurahan Bontolerung, Kecamatan Tinggimoncong terjadi pukul 03.00 Wita. Longsor disebabkan intensitas curah hujan yang sangat tinggi.

"Curah hujan juga menyebabkan debit air sungai anak Jeneberang meluap," ujarnya melalui keterangan resmi BPBD Gowa, Sabtu (25/12).

Ikhsan menjelaskan akibat longsor menyebabkan satu rumah tertimbun. Selain itu, dua rumah lainnya terbawa arus anak Sungai Jeneberang. Berdasarkan pendataan sementara, kata Ikhsan, tiga orang dilaporkan meninggal dunia.

"Tiga orang dewasa meninggal dunia. Selain itu, 35 KK terdampak," ungkapnya.

Ikhsan mengaku saat ini pemerintah bersama SAR gabungan masih berusaha mencari korban lainnya. Selain itu, pihaknya juga mengungsikan warga yang ada di sekitar lokasi.

Berdasarkan data dihimpun merdeka.com, identitas tiga warga yang meninggal akibat yakni Muhammad Arsya, Anwar, dan Hasan. Selain tiga orang meninggal, tujuh warga lainnya dikabarkan mengalami luka dan sudah dievakuasi.

Rekomendasi