Kemenag Terima Aset Rampasan Lahan Seluas 1.596 m2 dari KPK, Akan Bangun KUA

Wamenag Zainut berharap serah terima aset ini bukan untuk yang terakhir. Sebab, Kemenag masih membutuhkan banyak lahan untuk digunakan sebagai tempat layanan di bidang agama dan pendidikan keagamaan.

Lia Harahap
Oleh Lia Harahap - Reporter
Kemenag Terima Aset Rampasan Lahan Seluas 1.596 m2 dari KPK, Akan Bangun KUA
Gedung Kemenag. ©2014 Merdeka.com

Kementerian Agama menerima aset rampasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berupa lahan seluas 1.596 m2. Lahan tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan layanan masyarakat.

"Aset tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan lahan untuk penyediaan layanan bagi masyarakat," ujar Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (17/12). Demikian dikutip dari Antara.

Penerimaan aset rampasan ini adalah yang ketiga didapat Kemenag. Setelah pada April 2021 menerima aset rampasan berupa lahan seluas 20.046 m2 di Bangkalan, Madura. Kemudian pada November 2021, menerima lagi lahan seluas 3.262 m2 di Kota Madiun, Jawa Timur.

Kendati sudah tiga kali, Wamenag Zainut berharap serah terima aset ini bukan untuk yang terakhir. Sebab, Kemenag masih membutuhkan banyak lahan untuk digunakan sebagai tempat layanan di bidang agama dan pendidikan keagamaan.

Dalam catatan Kemenag, terdapat 1.043 KUA yang belum mempunyai lahan. Padahal, kata dia, KUA adalah ujung tombak pelayanan terhadap umat. Dengan penyerahan aset rampasan, lahan tersebut akan dibangun KUA.

"Banyak juga gedung pendidikan yang lahannya berada di tanah pemda dan wakaf, sehingga menyulitkan kami dalam mengalokasikan anggaran perbaikan atau rehabilitasi," kata dia.

Zainut mengatakan, Kemenag berkomitmen mendukung langkah KPK dalam pencegahan dan penindakan korupsi demi menciptakan pemerintahan yang baik dan bersih (Good Governance and Clean Government).

"Kemenag ingin menjadi teladan dalam tata kelola kementerian yang baik, dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi dan gratifikasi," katanya.

Rekomendasi