Kronologi 13 Imigran Gelap asal Irak Terdampar di Rote Ndao

Polres Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengamankan imigran gelap asal Irak, yang hendak mencari suaka ke Australia. Ke-13 imigran gelap ini diamankan setelah terdampar di Desa Dodaek, Kecamatan Rote Selatan.

Ananias Petrus
Oleh Ananias Petrus - Reporter
Kronologi 13 Imigran Gelap asal Irak Terdampar di Rote Ndao
Imigran gelap asal Irak terdampar di Rote Ndao. ©2022 Merdeka.com/Istimewa

Polres Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengamankan imigran gelap asal Irak, yang hendak mencari suaka ke Australia. Ke-13 imigran gelap ini diamankan setelah terdampar di Desa Dodaek, Kecamatan Rote Selatan.

Kapolres Rote Ndao AKBP I Nyoman Putra Sandita menjelaskan, belasan imigran gelap tersebut diamankan setelah kapal kayu yang mereka tumpangi terdampar di Rote Selatan, karena kehabisan bahan bakar.

Menurutnya, 13 orang imigran asal Irak tersebut terdiri dari tujuh orang laki-laki dan enam orang perempuan, dengan rincian sembilan orang dewasa, tiga anak-anak dan seorang bayi laki-laki berusia satu tahun.

"Yang ditangkap ada orang dewasa, anak-anak dan bayi satu tahun," jelas I Nyoman Putra Sandita, Kamis (15/12).

Selain 13 imigran gelap tersebut, tiga orang ABK juga turut diamankan yakni, Aris Djawa (28), Isro Pello (29) dan Rayan Hidayah Gafur (30) dan satu unit kapal kayu. Ketiganya merupakan warga Desa Papela, Kecamatan Rote Timur.

I Nyoman Putra Sandita menguraikan, penangkapan tersebut bermula dari informasi yang diterima anggota Polsek Rote Timur dari istri salah satu ABK pada Rabu (14/11). Dia mengaku suaminya yang diajak ABK lainnya untuk mengantar imigran ke Australia.

ABK itu menyampaikan kepada istrinya bahwa kapal mereka dicegat Angkatan Laut Australia saat masuk ke wilayah perairan Australia. Mereka digiring kembali ke perairan Indonesia.

Kapal itu pun kehabisan BBM di tengah laut. "Jadi istri dari salah satu ABK mendapat telepon dari suaminya menggunakan telepon satelit, untuk menyiapkan BBM karena kapal mereka yang membawa 13 imigran tersebut dicegat dan digiring kembali ke perairan Indonesia oleh Angkatan Laut Australia lalu kehabisan BBM, dan saat itu kapal mereka telah berada 30 mil laut dari perairan Desa Batutua, Kecamatan Rote Barat Daya," ungka I Nyoman Putra Sandita.

Pada pukul 13.25 Wita, istri ABK tersebut kembali mendapat telepon dari suaminya bahwa mereka telah sandar di pantai Desa Dadoek, Kecamatan Rote Selatan.

Dari informasi itu, aparat Polsek Rote Timur langsung berkoordinasi dengan Polsek Rote Selatan. Mereka mengamankan 13 WNA asal Irak dan tiga orang ABK. Setelah diperiksa, 13 imigran asal Irak tersebut tidak memiliki dokumen resmi.

"Semua sudah digeser ke Polres Rote Ndao untuk diamankan serta diperiksa lebih lanjut," tutup I Nyoman Putra Sandita.

Rekomendasi