Update Gempa Karangasem Bali: 34 Rumah Rusak dan 2 Warga Luka-Luka

Puluhan rumah rusak tersebut tersebar di lima kecamatan.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Update Gempa Karangasem Bali: 34 Rumah Rusak dan 2 Warga Luka-Luka
Rumah Rusak Akibat Gempa Karangasem Bali. ©2022 Merdeka.com

Sebanyak 34 rumah warga rusak akibat gempa bumi dengan magnitudo 5,1 yang mengguncang Karangasem, Bali. Puluhan rumah rusak tersebut tersebar di lima kecamatan.

"Sebaran kerusakan rumah warga teridentifikasi di beberapa kecamatan, antara lain Kecamatan Kubu, Manggis, Karangasem, Rendang dan Bebandem," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, Rabu (14/12).

Selain rumah rusak, BNPB mencatat dua warga mengalami luka-luka. Salah satu korban luka akibat terkena air panas karena panik saat gempa.

"Kedua warga tersebut telah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Karangasem," jelasnya.

Hingga hari ini, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih melakukan pendataan dan pemantauan di lokasi terdampak.

Gempa Susulan

Gempa magnitudo 5,1 mengguncang Karangasem, Bali, pada Selasa (13/12) kemarin, pukul 20.38 waktu setempat. Gempa berpusat di 23 km timur laut Karangasem.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 61 kali gempa susulan mengguncang Karangasem, dengan magnitudo terbesar 4,5. Berdasarkan hasil analisis, gempa bumi ini akibat aktivitas sesar naik Flores atau Flores back arc thurst. Dilihat dari analisis mekanisme sumber gempanya, terjadi mekanisme pergerakan naik.

Guncangan gempa di Karangasem juga dirasakan warga di kabupaten lain, bahkan hingga mereka yang berada di Nusa Tenggara Barat.

BMKG merilis intensitas kekuatan gempa dengan skala Modified Mercalli Intensity (MMI) di wilayah Karangasem III – IV MMI, Mataram, Lombok Utara, Lombok Tengah dan Lombok Barat III MMI, Tabanan, Kuta, Buleleng dan Lombok Timur II MMI.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk selalu waspada dan siap siaga terhadap potensi bahaya gempa. Peristiwa ini tidak dapat dideteksi dengan pasti dan dapat terjadi setiap saat.

Warga yang wilayahnya berada di sekitar episenter gempa dapat melakukan pengecekan kondisi rumah sebelum memasukinya kembali. Pascagempa Karangasem ini, BNPB dan BPBD Provinsi Bali terus berkoordinasi dan memonitor BPBD di wilayah terdampak.

Rekomendasi