Bupati Cianjur Akui Pembagian Bantuan Korban Gempa Tak Merata

Bupati Cianjur menjelaskan, mekanisme pemberian logistik secara sendiri baik perorangan maupun lembaga tidak diatur dengan baik.

Alma Fikhasari
Oleh Alma Fikhasari - Reporter
Bupati Cianjur Akui Pembagian Bantuan Korban Gempa Tak Merata
Penyerahan bantuan untuk korban gempa Cianjur. Istimewa

Bupati Cianjur, Jawa Barat Herman Suherman mengakui jika pemberian bantuan logistik khususnya makanan dan minuman kepada korban gempa Cianjur masih belum merata. Hal tersebut karena, mekanisme pemberian logistik secara sendiri baik perorangan maupun lembaga tidak diatur dengan baik.

"Evaluasi kami di lapangan pembagian sekarang tidak merata. Ada di posko penumpukan bantuan, sedangkan di posko lain tidak optimal menerima bantuan tersebut," kata Herman, dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (30/11).

Dia mengimbau kepada masyarakat atau relawan yang ingin berdonasi untuk bisa memberikan bantuannya melalui posko yang tersedia. Posko utama bantuan bencana ada di kantor Pemda Cianjur, Polres Cianjur, dan Kodim 06/08 Cianjur.

Dari ketiga posko ini nantinya bantuan bakal disalurkan sesuai dengan pemetaan pengungsi dan kebutuhannya. Sehingga pemberian barang diharap tidak langsung ke tempat warga terdampak bencana alam.

"Maka kalau ada bantuan di pusatkan di tempat tadi, Insya Allah masyarakat (bantuannya) akan merata," ujarnya.

Herman pun menepis isu masyarakat Cianjur tidak butuh bantuan. Dia memastikan jika hal itu merupakan hoaks yang bisa memberikan dampak buruk pada pemulihan korban bencana.

"Masyarakat Cianjur tetap membutuhkan bantuan bukan sekarang saja tapi ke depan sampai masyarakat berpenghasilan stabil dan ekonomi tumbuh kembali dan recovery terselesaikan," imbuh Herman.

Gempa magnitudo 5,6 mengguncang Cianjur pada Senin (21/11) silam. Hingga hari ke delapan pascagempa, sebanyak 100.330 jiwa atau 40.152 kepala keluarga mengungsi.

Dari jumlah jiwa mengungsi, berjenis kelamin laki-laki sebanyak 48.490 jiwa, perempuan 51.840 jiwa dan pengungsi penyandang disabilitas sebanyak 147 jiwa. Kemudian pengungsi ibu hamil sebanyak 1.317 jiwa dan pengungsi lansia sebanyak 6.754 jiwa.

Selain jumlah pengungsi, lanjut Herman, terdapat 449 titik lokasi pengungsian. Menurut dia, titik lokasi itu tersebar dengan rincian 331 titik terpusat dan 118 mandiri.

Sedangkan jumlah korban jiwa hari ini bertambah 2 jenazah. Sehingga total korban jiwa dari bencana tersebut, sebanyak 323 jiwa. Untuk warga yang masih dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian berjumlah 9 orang.

Rekomendasi