Mantan anggota Polri, Ismail Bolong meminta waktu menghadiri pemeriksaan penyidik Bareskrim Polri sebagai saksi kasus tambang ilegal di Kalimantan Timur. Polisi sejauh ini sudah melayangkan panggilan kedua terhadap Ismail Bolong namun masih mangkir.
Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pipit Rismanto mengatakan, polisi belum ada rencana menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap Ismail Bolong.
"Belum ke arah sana, karena memang pengacaranya sudah menghubungi minta waktu saja," tutur Pipit kepada wartawan, Rabu (30/11).
Pipit enggan mengulas posisi keberadaan dari Ismail Bolong. Sebelumnya memang dari kepolisian sendiri menyatakan belum mengetahui keberadaannya.
"Mudah-mudahan dalam waktu dekat yang bersangkutan hadir ya, karena pengacaranya sudah menghubungi ya, kondisinya mungkin lagi kurang sehat dan juga tidak menghadiri panggilan kepolisian," jelas dia.
Untuk hasilnya, lanjut Pipit, yang jelas Bareskrim Polri akan melakukan penegakan hukum secara objektif dan transparan. Adapun soal rencana jemput paksa, itu menjadi kewenangan dan kebijakan penyidik ke depan.
"Ya itu tidak perlu kita sampaikan karena kan itu secara teknis tidak mungkin disampaikan ke wartawan. Wartawan tinggal nunggu hasilnya saja, media ya dalam penegakan hukum ini," Pipit menandaskan.
Advertisement
Polisi Periksa Keluarga Ismail Bolong
Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dir Tipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pipit Rismanto memastikan, anggota keluarga Aiptu (Purn) Ismail Bolong akan hadiri pemeriksaan terkait kasus dugaan tambang ilegal di Kalimantan Timur (Kaltim). Pemeriksaan itu akan dilakukan pada Kamis (1/12) besok.
"Sudah (dilayangkan panggilan) sudah mereka sudah konfirmasi kok hadir," kata Pipit saat dihubungi, Rabu (30/11).
Jenderal bintang satu ini mengaku belum mengetahui materi pemeriksaan terhadap keluarga Ismail Bolong besok. Begitu juga dengan waktu kedatangan mereka.
"Ya kita enggak tahu mau jam berapa mereka hadir, kita akan siapkan. Jam berapa aja kita layani," ujarnya.
Pipit berjanji akan membeberkan hasil pemeriksaan terhadap anggota keluarga maupun Ismail Bolong terkait kasus tersebut.
"Nanti hasilnya aja yang detail," tutupnya.