Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengajak para tokoh agama di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur untuk mengatasi masalah sampah lewat Gerakan Sedekah dan Kolekte Sampah Indonesia (Gradasi).
"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus bersama mengatasi persoalan sampah plastik ini, jadi bersama pemuka agama kita mengajak umat kita untuk bisa mengolah sampah," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 (PSLB3) KLHK Rosa Vivien Ratnawati di Labuan Bajo, Jumat, (14/10/2022).
KLHK bersama Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL) didukung oleh United Nations Development Programme (UNDP) menerapkan pendekatan keagamaan untuk mengubah perilaku masyarakat dalam mengurangi, mengelola, dan memilah sampah yang bisa menjadi penggerak ekonomi sirkular.
Rosa mengatakan penanganan sampah pada destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) Labuan Bajo dilakukan secara bertahap. Penanganan sampah pun dilakukan dari hulu ke hilir.
Advertisement
Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi mengungkapkan saat ini, terjadi tren peningkatan volume sampah di Labuan Bajo.
"Kami mencatat lebih dari 16 ton volume sampah per hari. Dengan menjadikan Labuan Bajo sebagai bagian dari program GRADASI yang telah terbukti berhasil mengurangi sampah plastik di beberapa wilayah di Indonesia," ungkap dia.
"Kami berharap dapat mengubah mindset masyarakat dan juga wisatawan yang datang ke Labuan Bajo untuk turut menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah secara sembarangan," kata dia menambahkan.
Sementara itu, Karyanto Wibowo, Sustainable Development Director Danone Indonesia mengatakan tujuan kolaborasi lintas sektor ini untuk mengubah perilaku masyarakat dalam mengurangi, mengelola, dan memilah sampah melalui penerapan pendekatan keagamaan sebagai penggerak ekonomi sirkular.
"Gradasi merupakan bentuk konkret komitmen kami mendukung inisiatif pemerintah dalam mengubah kesadaran dan perilaku penanganan sampah plastik dan mendekatkan pengelolaan sampah plastik dalam keseharian masyarakat, sekaligus meningkatkan persentase pengumpulan sampah di Indonesia," jelas dia.