Wakil Presiden Ma'ruf Amin menghadiri prosesi pemakaman kenegaraan Mantan Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe di Nippon Budokan, Choyoda, Tokyo, Selasa (27/9). Ma'ruf memuji jasa mendiang PM Abe dalam mempererat hubungan Indonesia - Jepang.
"Mantan PM Abe ini orang yang sangat berperan penting dalam rangka meningkatkan hubungan Indonesia - Jepang, sehingga hubungan itu menjadi mitra strategis dan mempererat hubungan persahabatan yang lebih akrab antara masyarakat Indonesia dan Jepang," kata Ma'ruf di Tokyo, Selasa (27/9).
Ma'ruf mengungkapkan, kunjungannya ke negara matahari terbit kali ini juga untuk meningkatkan hubungan yang lebih erat. Serta menindaklanjuti berbagai bentuk kerjasama yang telah disepakati kedua negara.
"Terutama hal-hal yang memang sudah ada kesepakatan-kesepakatan ketika Presiden Joko Widodo hadir di Tokyo pada Juli lalu," imbuhnya.
Ma'ruf menegaskan, sejauh ini Jepang merupakan mitra penting Indonesia khususnya dalam bidang ekonomi. Seperti penguatan kerjasama ekonomi Indonesia-Jepang, khususnya terkait penandatanganan Protokol Perubahan IJEPA (Indonesian-Japan Economic Partnership Agreement) pada KTT G20 di Bali pada November mendatang.
"Kemudian juga masalah investasi, perluasan investasi, realisasi perluasan investasi dan investasi baru senilai 5,2 miliar USD, kita harapkan segera diselesaikan," tambahnya.
Advertisement
Ma'ruf berharap, kehadirannya di Tokyo saat ini bisa membuat berbagai kesepakatan proyek-proyek strategis, khususnya proyek infrastruktur dapat juga segera direalisasikan.
"Termasuk juga penyelesaian hambatan komoditi ekspor pertanian dan perikanan Indonesia, ada beberapa hal yang sudah disepakati dan kemarin juga direspon (oleh PM Fumio Kishida)," ungkapnya.
Tak hanya itu, dirinya juga akan terus mendorong kerjasama potensial dalam bidang ekonomi syariah dan industri halal. Terutama di sektor-sektor unggulan seperti makanan, kosmetik, fashion, dan pariwisata halal.
Khusus untuk pariwisata halal, kata Ma'ruf, Indonesia siap untuk bermitra bahkan menjadi mitra utama Jepang. Menurutnya, RI akan membantu dalam penyusunan standar destinasi wisata ramah muslim di Jepang beserta sertifikasi halalnya.
"Itu beberapa hal dan (masih) banyak hal lain termasuk (masalah) energi yang akan ditindaklanjuti," pungkasnya.