Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sedang memvalidasi dan verifikasi veteran yang mendapatkan bantuan. Hal ini bertujuan agar bantuan pemerintah tepat sasaran.
Gubernur Sumsel Herman Deru mengungkapkan, pihaknya terus mengalokasikan anggaran tali asi bagi pejuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Dirinya membantah bantuan itu dihentikan karena menjadi kewajiban pemerintah.
"Tidak ada penghapusan tunjangan veteran karena itu sifatnya wajib. Pemerintah masih memberikan, tapi perlu validasi dan verifikasi dulu," ungkap Deru, Kamis (18/8).
Agar tunjangan itu tepat sasaran, diperlukan verifikasi dan validasi terlebih dahulu. Menurut dia, bantuan itu merupakan biaya tambahan selain uang pensiunan yang diterima veteran setiap bulan.
"Veteran ini pejuang, kita hargai dengan cara apapun," ujarnya.
Advertisement
Sementara itu, Ketua DPD Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Sumsel Ramses menjelaskan, saat ini tersisa 303 veteran di Bumi Sriwijaya dengan rincian 184 veteran saat perang kemerdekaan dan 119 veteran yang berjuang dalam mempertahankan kemerdekaan.
Dikatakan, sebagian besar veteran butuh perhatian pemerintah karena kehidupannya jauh dari kata sejahtera. Hal ini telah disampaikan kepada pemerintah setempat dan tinggal ditindaklanjuti.
"Veretan butuh perhatian pemerintah, perlu dilihat bagaimana nasib kami," kata dia.
Selama ini veteran di Sumsel menerima Rp300 ribu per bulan sebagai tali asi. Ramses menyebut bantuan itu perlu dikaji kembali dengan besarnya perjuangan veteran.
"Kami mengabdi bukan melihat uang. Pengabdian kami hanya untuk bangsa dan negara, dulu saja tidak ada gaji, tapi jiwa raga kami siap untuk merdeka," pungkasnya.