IDI: Adenovirus Masih Tersangka Utama Penyebab Hepatitis Akut

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban menyampaikan perkembangan terbaru soal hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya. Menurutnya, tersangka utama penyebab penyakit ini masih Adenovirus.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
IDI: Adenovirus Masih Tersangka Utama Penyebab Hepatitis Akut
Ilustrasi anak sakit. ©Shutterstock

Pakar kesehatan sekaligus Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban menyampaikan perkembangan terbaru soal hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya. Menurutnya, tersangka utama penyebab penyakit ini masih Adenovirus.

"Adenovirus masih jadi tersangka utama," kata Zubairi melalui akun Twitternya @ProfesorZubairi yang telah diizinkan untuk dikutip merdeka.com, Minggu (15/5).

Dia menyebut lebih dari setengah pasien hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya ini positif Adenovirus. Dokter direkomendasikan untuk mempertimbangkan uji adenovirus kepada pasien.

"Termasuk sampel darah, pernapasan, tinja," imbuhnya.

Saat ini, total penderita hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya di dunia mencapai 450 orang.

Kementerian Kesehatan melaporkan total kasus dugaan hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya di Indonesia sebanyak 18. Sebanyak tujuh penderitanya meninggal dunia.

Direktur Utama Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof Dr Sulianti Saroso Mohammad Syahril mengatakan, dari total kasus dugaan hepatitis akut, yang terbanyak di DKI Jakarta yang mencapai 12 orang.

Sementara sisanya masing-masing tersebar di Bangka Belitung 1, Jawa Barat 1, Jawa Timur 1, Kalimantan Timur 1, Sumatera Barat 1, dan Sumatera Utara 1.

Syahril merinci kategori 18 kasus hepatitis akut misterius ini. Sebanyak 9 pending classification, 7 discarded, 1 probable, dan 1 proses verifikasi.

Gejala yang dialami kasus dugaan hepatitis akut saat ini bervariasi, seperti demam, mual, muntah, hilang nafsu makan, diare akut, lelah, nyeri bagian perut, dan mata serta kulit berwarna kuning. Kemudian nyeri pada bagian otot, gatal, warna urine seperti teh, perubahan warna feses, dan sesak napas.

Rekomendasi