Harga cabai penurunan menjelang Idulfitri 1443 H. Sementara harga komoditas lainnya mengalami kenaikan. Pemerintah prihatin atas merosotnya harga komoditas cabai yang diperkirakan berdampak pada nasib petaninya menjelang Lebaran.
Keprihatinan tersebut dikemukakan Penanggung Jawab (PJ) Banten pada Kementerian Pertanian, Siti Munifah yang diamini oleh Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi saat keduanya bertemu pada inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Anyar Kota Tangerang, Kamis (21/4).
"Pekan lalu, kami temui harga cabai di Tangerang Raya, sekitar Rp24 ribu Pak Mendag," kata Siti Munifah.
Hal tersebut lantas dijawab oleh Luthi. "Saya dapati tadi harga komoditas cabai sekitar Rp30 ribuan, kasihan petani," tuturnya.
Pernyataan serupa dia kemukakan pada saat wawancara dengan wartawan. "Melihat untuk mengecek pasokan bahan pokok ketika Ramadan dan menjelang Lebaran. Saya lihat di sini semua barang ada, semua harganya baik, kecuali harga cabai sekitar Rp30 ribuan. Kasihan petaninya. Kita jangan hanya pikirkan konsumen, tapi juga nasib petani agar mereka tetap gairah menanam," terangnya.
Siti Munifah apresiasi perhatian Mendag Lutfi pada nasib petani, yang merupakan ranah Kementan, sementara Menteri Perdagangan lebih banyak pada pedagang dan konsumen, yang merupakan ranah Kemendag.
Advertisement
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, ketersediaan pangan merupakan hal mutlak yang harus terus menerus diupayakan oleh seluruh stakeholder, dalam hal ini Kementan.
"Caranya memperlancar distribusi dan mendekatkan kebutuhan pangan dari daerah surplus ke daerah defisit sehingga setiap daerah tercukupi," kata Syahrul.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menegaskan jaminan ketersediaan pangan merupakan salah satu pilar yang menjadi fokus perhatian Kementan.
"Penting untuk harus terus menjamin kebutuhan pangan agar tak ada satu orang pun yang luput kebutuhan pangannya. Oleh karenanya, mari kita bahu membahu dalam hal swasembada pangan agar ketahanan pangan kita terjamin," katanya.
Siti Munifah menambahkan, data prognosa direkapitulasi dan divalidasi secara mingguan di lingkup Kementan.
"Apabila ada indikasi keterbatasan suplai berdampak pada harga signifikan maka PJ Kementan selaku tim Satgas Pangan akan turun ke pasar untuk monitoring dan mendapatkan informasi lebih lanjut sebagai dasar penyusunan strategi," kata Siti Munifah, yang juga menjabat Sekretaris BPPSDMP Kementan.
Harga komoditas cabai yang dilansir Pemkot Tangerang melalui Perumda Pasar Kota Tangerang per 21 April dalam satuan kilogram menyebutkan harga cabai merah keriting Rp30.000, cabai merah biasa Rp40.000, cabai rawit merah Rp30.000, cabai rawit hijau Rp36.000.
Sementara Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) melansir harga per 21 April dalam satuan kilogram bahwa cabai merah (besar) Rp34.200 dan keriting Rp30.100 atau rata-rata Rp31.000. Harga cabai rawit rata-rata Rp30.900 untuk kategori cabai rawit hijau Rp26.000 dan merah Rp33.700.
Dalam sidaknya, Lutfi menuturkan ada beberapa bahan pangan yang harganya di bawah harga pasaran nasional, seperti telur dan gula.
"Jadi kalau kita lihat sepeti tadi bahwa harga gula Rp14.000 di bawah dari harga nasional, kemudian telur Rp26.000 di bawah harga nasional Rp26.100," katanya.
Sementara Siti Munifah memastikan kesiapan pihaknya mendukung ketersediaan stok pangan. "Semoga kita makin khusyuk menjalankan ibadah puasa dengan baik karena stok pangan tersedia cukup, dan harganya terjangkau oleh rakyat."
Harga pangan pokok di Pasar Anyar, Kota Tangerang per 21 April dalam satuan kg yakni beras IR I Rp11.000, beras IR II Rp10.000, gula pasir lokal Rp14.500, daging sapi Rp140.000, telur ayam broiler Rp26.000, tepung terigu Rp11.000, bawang merah Rp35.000, bawang putih [banci] Rp28.000 dan bawang putih [cutting] Rp34.000. Sementara daging ayam broiler Rp40.000 per ekor, telur ayam kampung Rp2.500 per butir, minyak goreng kemasan Rp22.000 dan minyak goreng curah Rp18.500 per liter.
Saat sidak di Tangerang Raya, Siti Munifah didampingi Koordinator Keuangan Nina Murdiana; Koordinator Evalap dan Humas Septalina Pradini; serta sejumlah pejabat subkoordinator di antaranya Subkoordinator Evaluasi Revo Agri Muis dan Subkoordinator Kelompok Perbendaharaan Herlin Nurlaila. Sementara dari Pemprov Banten hadir Kabid Keterjangkauan Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Wiwi Yulyani Saptawianti.