Mahasiswa UI Beri Mosi Tidak Percaya pada Rektor Ari Kuncoro dan Menko Luhut

Mosi tidak percaya dikeluarkan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) terhadap Rektor UI Ari Kuncoro dan Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan. Mahasiswa menyatakan rasa kecewa terhadap kedua pejabat tersebut karena dianggap telah menciderai demokrasi.

Nur Fauziah
Oleh Nur Fauziah - Reporter
Mahasiswa UI Beri Mosi Tidak Percaya pada Rektor Ari Kuncoro dan Menko Luhut
Mahasiswa UI demo sambut kedatangan Menteri Luhut. ©2022 Merdeka.com

Mosi tidak percaya dikeluarkan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) terhadap Rektor UI Ari Kuncoro dan Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan. Mahasiswa menyatakan rasa kecewa terhadap kedua pejabat tersebut karena dianggap telah menciderai demokrasi.

"Katanya membangun UI adalah membangun bangsa. Sekarang apa yang terjadi? UI dan bangsa sama-sama runtuh. Lalu apa yang dibangun oleh kita semua," kata Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI, Bayu Satria Utomo saat orasi di Balai Sidang UI, Depok, Selasa (12/4).

Mahasiswa menilai, kedua pejabat tersebut hanya memberikan janji tanpa bukti. Rektor UI dan Luhut juga dianggap hanya bisa beretorika. Aksi digelar mahasiswa ketika Luhut datang ke kampus UI. Mereka membawa bendera kuning dan poster bertuliskan wafatnya demokrasi UI dan Indonesia.

"Wacana atau narasi tersebut adalah implementasi atau elaborasi dari dua hal. Pertama, terkait statuta UI yang saat ini masih bermasalah dan prosesnya tidak pernah melibatkan semua unsur yang ada di UI, termasuk mahasiswa. Kedua, wacana penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden yang digulirkan oleh Bapak Luhut. Maka dari itu kami menyatakan mosi tidak percaya pada Rektor UI dan Bapak Luhut," ucapnya.

Bayu menegaskan sejumlah aksi lanjutan akan terus dilakukan sampai aspirasi didengar. Bahkan mereka akan mengerahkan massa lebih besar pada aksi lanjutan.

"Kami akan terus menyuarakan, terus turun ke jalan sampai Statuta UI dicabut, dan wacana penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden disikapi tegas oleh negara, dan kita terus akan mengawal isu ini," tegasnya.

Mahasiswa meminta agar Rektor UI mencabut Statua yang dianggap keliru. Jika hal itu tidak juga dilakukan, maka mahasiswa meminta Rektor UI turun dari jabatannya.

"Kami telah merancang terkait Statuta. Kami akan adakan aksi besar-besaran di UI menuntut mencabut statuta UI. Bahkan kalau rektor tidak sanggup mencabut Statuta UI kita menuntut turun Rektor UI," ungkapnya.

Bayu menuturkan, untuk agenda nasional selanjutnya digelar pada Kamis (21/4). Aksi tersebut terkait dengan penundaan Pemilu. "Terkait dengan aksi nasional terkait penundaan Pemilu, kita akan selenggarakan di tanggal 21 april 2022 UI," pungkasnya.

Rekomendasi