Melukis dengan Mulut, Bangkit dari Depresi Kehilangan Tangan dan Kaki

Yoga adalah sosok luar biasa kuat dan telah membuktikannya bahwa tidak ada yang tidak mungkin, sekalipun menjadi orang dengan disabilitas fisik.

Uga Andriansyah
Oleh Uga Andriansyah - Reporter
Melukis dengan Mulut, Bangkit dari Depresi Kehilangan Tangan dan Kaki
Penyandang disabilitas melukis menggunakan mulut. ©2022 Merdeka.com

Musibah tidak harus terus diratapi. Semua perlu diambil hikmah untuk kemudian bergerak ke depan penuh semangat. Hal itu kini terpatri dalam benak seorang pemuda bernama Ahmad Prayoga atau biasa disapa Yoga, warga Desa Sambirejo Timur, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Yoga adalah sosok luar biasa kuat dan telah membuktikannya bahwa tidak ada yang tidak mungkin, sekalipun menjadi orang dengan disabilitas fisik.

Pada tahun 2015, ia harus mengalami kejadian buruk yang membuat kedua kaki dan tangannya harus diamputasi. Musibah yang menimpa dirinya itu berawal saat Yoga yang masih remaja, bekerja sampingan sebagai tukang las. Saat itu ia masih duduk di kelas dua sekolah menengah kejuruan.

Nahas menimpanya, ia mengalami kecelakaan kerja tersengat aliran listrik tegangan tinggi. Akibatnya, dua kaki dan tangan Yoga harus diamputasi. Setelah kejadian itu, Yoga sempat mengalami depresi. Hari-harinya penuh dengan penyesalan dan putus asa.

Namun ia mencoba bangkit dari keterpurukan dengan melakukan beberapa aktivitas. Berkat dukungan keluarga dan keinginan untuk maju, Yoga belajar menekuni seni lukis menggunakan mulut.

Hal itu dilakukan Yoga usai mampu bangkit dari kenestapaan yang menimpanya. Kegiatan melukis membuat hidup Yoga kini penuh berwarna.

"Kalau saya terus pasrah dengan kondisi seperti begini, keadaan tidak akan pernah berubah. Makanya mulai bangkit melakukan aktivitas dengan semampu saya sendiri. Enggak mau menyusahkan keluarga dan orang lain," kata Yoga kepada merdeka.com beberapa waktu lalu.

Meski dengan kondisi yang sangat terbatas, namun Yoga berhasil menyelesaikan sekolahnya. Kini, selain aktif dalam kegiatan melukis, ia juga telah menjadi motivator tokoh muda yang inspiratif.

Dia pernah diundang sebagai talent atau pelukis di beberapa acara mulai dari penghargaan pewarta foto Indonesia, kunjungan amal, dan sejumlah kegiatan berbagi inspirasi ke sekolah-sekolah.

Sosok pemuda yang ramah ini juga merupakan pribadi mandiri. Terbukti Yoga telah mencicipi berjualan sayur hingga menjadi buruh bangunan sebelum tragedi terpelik menimpanya.

"Saya selalu cari uang sekolah sendiri. Mulai dari berjualan sayur hingga buruh bangunan saya jalani. Saya punya niat buat kuliah biar kayak orang normal lainnya yang dapat pendidikan lebih," tutup Yoga.

Rekomendasi