Masjid Baitul Makmur melakukan terobosan, sehingga menjadi masjid yang hemat energi dan ramah lingkungan. Masjid yang berlokasi di Cikarang ini, memang diperkenalkan sebagai Eco Masjid sejak 2019. Jadi, seluruh perlengkapan masjid sudah dilengkapi dengan hemat energi, sekaligus ramah lingkungan.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Baitul Makmur, Muhammad Suhapli menjelaskan soal konsep Eco Masjid tersebut, mulai dari penggunaan listrik hingga mendaur ulang air wudhu untuk menyiram tanaman. Sehingga penghematan air bisa 75 persen.
"Dimana keran hemat air wudu ini bisa menghemat kurang lebih 75% air. Lalu air wudu juga kami daur ulang lagi. Didaur ulang untuk digunakan menyiram tanaman, juga membuat pupuk kompos, bahkan bisa dipakai juga untuk ternak ikan lele," kata Suhapli.
Suhapli menilai perubahan bisa muncul dari kesadaran diri. Dimulai dari memberi contoh menjaga kebersihan, hingga menjadi sebuah kebiasaan.
Selain hemat listrik dan air, Masjid Baitul Makmur juga membuka bank sampah, menampung sampah yang masih bisa dipakai.
Masjid Baitul Makmur juga memiliki ATM Beras. Sudah ada 300 anggota ATM Beras. Mereka bisa mengambil beras 3 sampai 4 liter untuk sekali dalam sepekan.
Suhapli berharap aktifitas Masjid Baitul Makmur bisa menjadi percontohan bagi masjid-masjid lainnya, yaitu bisa menghemat energi dan bermanfaat bagi masyarakat. Sehingga bisa berdampak baik bagi sekitar.
"Sehingga ramah lingkungannya ini sustainable berkelanjutan tidak hanya kalau ada pengunjung lalu kita ramah lingkungan tidak tapi memang berkelanjutan dan memberi manfaat kepada alam sekitarnya bukan hanya terhadap sesama manusia tetapi juga alam dan hewan juga," kata Suhapli.
Advertisement