Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menyampaikan saat ini pihaknya telah membentuk satuan pesawat tanpa awak atau drone guna memperkuat pertahanan Indonesia.
"TNI Angkatan Udara sudah mengikuti dan membentuk satuan-satuan pesawat tanpa awak. Dan kedepannya tergantung oleh dinamika Global," katanya kepada wartawan usai membuka Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AU TA 2022, Jumat (4/3).
Menurutnya dengan dinamika global dan peperangan modern yang terjadi saat ini telah menjadi perhatian TNI AU untuk mulai mengembangkan pesawat tanpa awak.
Salah satu contoh yakni, peperangan Ukraina dan Rusia serta Azerbaijan dengan Armenia yang diketahui menggunakan drone saat perang berkecamuk. Dimana teknologi udara telah jadi pengubah situasi atau game changer.
"Jadi memang sangat menarik peperangan modern ini, apa yang terjadi di Ukraina dan sebelumnya di Azerbaijan. Penggunaan teknologi udara menjadi game changer betul sekali," ujarnya.
Advertisement
Sebelumnya diketahui jika, rencana perundingan menyudahi perang sudah digaungkan baik Ukraina maupun Rusia. Tetapi serangan demi serangan terus dilancarkan kedua negara.
Militer Ukraina terus melakukan pembalasan atas serangan Rusia yang telah masuk ke Ibu Kota Kiev. Terbaru, Ukraina mengklaim serangan mereka terhadap militer Rusia menggunakan pasukan Drone Bayraktar TB2 buatan Turki cukup berhasil. Demikian dilansir dari CNN, Senin (28/2).
Selain digunakan Ukraina, Azerbaijan sendiri juga memiliki beragam drone canggih dan mematikan diantaranya drone TB-2 Bayraktar buatan Turki dan drone bunuh diri IAI HAROP buatan Israel.
Dimana kekuatan drone pada saat perang tersebut, sangat berpengaruh untuk membalikan keadaan. Dengan daya jelajah lebih dari 150 km dengan kecepatan maksimal 70 knot dan mampu bertahan selama 20 jam hal itu mampu menjadi game charger ketika pertempuran.