Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan Rumadi Ahmad mengatakan kehadiran Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) bukti keseriusan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat peradaban.
Dia menjelaskan UIII merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 57/2016 tentang pendirian UIII pada 29 Juni 2016 lalu.
"UIII harus berkontribusi menjadikan Indonesia sebagai pemimpin gagasan dan peradaban dunia. Jadi PSN ini bisa disebut mercusuar keislaman pemerintahan Jokowi-Ma'ruf," ujar Rumadi dalam pesan singkat, Kamis (3/3).
Lebih lanjut dia menambahkan, Indonesia mempunyai posisi yang sangat strategis sebagai pusat peradaban Islam. Hal itu seiring dengan mimpi Presiden Joko Widodo yang menjadikan sebagai pusat kajian Islam moderat sejalan dengan cita-cita besar Indonesia, yakni sebagai kiblat peradaban Islam.
"Posisi ini memudahkan Indonesia berkomunikasi dengan semua kekuatan keagamaan," bebernya.
Advertisement
Sementara itu, dia mengatakan negeri dengan penduduk mayoritas muslim terbesar di dunia, Indonesia juga tidak mempunyai beban sejarah masa lalu. Karena tidak terlibat dengan konflik keagamaan yang menjadi bagian dari sejarah dunia.
"Selain itu Indonesia mempunyai modal sosial, intelektual, dan politik yang bisa menjadi contoh dan referensi pengembangan Islam yang toleran dan moderat," tuturnya.
Sebelumnya, Wakil Presiden Ma'ruf Amin berharap, pengelolaan dan penyelenggaraan kegiatan perkuliahan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) disesuaikan dengan standar universitas internasional.
Dia juga meminta, UIII harus dapat menjadi pusat keunggulan peradaban Islam global. Sehingga, peran Indonesia sebagai negara yang berhasil menerapkan Islam wasathiyah dengan baik dapat terus digaungkan di dunia internasional.
"Prakarsa pembangunan UIII sejak awal dimaksudkan untuk menjadi pusat rujukan global pelaksanaan Islam wasathiyah," ungkap Wakil Presiden Ma'ruf Amin, saat memimpin rapat status kemajuan pembangunan UIII, di Istana Wakil Presiden pada Rabu (2/3).