Dua orang telah ditangkap polisi yakni ER dan AA, atas tewasnya seorang wanita inisial R (34) yang jasadnya ditemukan di sebuah hotel di Mangga Besar, Jakarta Barat. Dia diduga meninggal dunia setelah menjadi korban malapraktik filler payudara yang dilakukan oleh ER.
Kapolsek Metro Tamansari AKBP Rohman Yongki mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Jumat (18/2) sekira pukul 13.00 Wib. Saat itu, ditemukan jasad korban di kamar hotel dengan kondisi sudah tak bernyawa.
"Berdasar data yang ada, kronologinya pelaku berinisial ER bekerja sebagai penyuntik sejak 2004. Ada AA sebagai pengantar dibayar Rp500 ribu. Korban sudah melakukan suntik sejak 2011. Dia sudah lakukan suntikan yang pertama, Jumat kemarin suntikan kedua," kata Yongki kepada wartawan, Selasa (22/2).
"Korban dilakukan suntik silikon di bagian payudara. Pelaku kemudian datang ke kamar hotel, pelaku juga hubungi pengantar tadi," tambahnya.
Dia menyebut, pada hari kejadian itu, ER berangkat dari Cikupa menggunakan bus. Saat itu, ia turun di Kebon Jeruk dan dijemput oleh AA dengan memakai sepeda motor.
"Saudara AA langsung membeli cairan silikon seharga Rp200.000, mereka kemudian menuju hotel untuk melakukan kegiatan tersebut. Pada pukul 13.00 Wib, keduanya sudah sampai di hotel, AA nunggu di sekitaran hotel," sebutnya.
Selanjutnya, ER pun melakukan penyuntikan terhadap payudara korban. Saat itu, masing-masing payudara korban disuntikan cairan silikon sebanyak 500 mililiter.
"Harga suntiknya sendiri seharga Rp4 juta dimana Rp2,5 juta tunai dan sisanya transfer. Setelah selesai, pelaku AA melakukan penjemputan, dimana pelaku diantar untuk pulang ke Cikupa untuk naik bus," ujarnya.
"Sehari setelahnya, ditemukan oleh petugas yang sebelumnya melaporkan korban meninggal di atas ranjang dalam kondisi kedua payudaranya bocor atau pecah, mengalir darah," sambungnya.
Kemudian, petugas yang datang ke lokasi pun langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta melakukan autopsi terhadap jenazah korban.
"Dari kejadian ini, Unit Reskrim Polsek Metro Tamansari bergerak dan berhasil amankan pelaku di Cikupa dan satu lagi di Kemanggisan. Ini karena dari barang bukti sudah kami sita di lapangan maupun dari rumah pelaku kita bawa baju korban, spray yang diduga darah atau sampel dengan botol jadi sedang kita cek nih, kemudian jirigen berisi silikon 24," tutupnya.
Advertisement
Korban Sempat Lemas dan Kedinginan
Sebelumnya, Kanit Reskrim Polsek Tamansari, AKP Roland Manurung menjelaskan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh petugas hotel saat hendak memberitahukan waktu check out.
"Korban menginap sudah tiga hari di hotel. Ketika dibuka, tidak bisa. Akhirnya (pihak hotel) mengambil kunci cadangan. Pas dibuka sudah jadi jenazah," kata Roland saat dihubungi, Minggu (20/2).
Meski begitu, hasil identifikasi sementara pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dugaan itu berdasarkan adanya komunikasi via telepon antara korban dengan tukang suntik filler payudara.
Roland menerangkan, korban diketahui membuat janji dengan seorang teman untuk melakukan suntik filler payudara kedua kali pada Jumat (18/2).
"Biaya filler payudara Rp3,5 juta. Dan yang datang bukan nakes (tenaga kesehatan), bukan dokter namun temannya dia (korban). Menurut hasil pengecekan percakapan itu, dia (korban) sudah pernah melakukan suntik payudara sebelumnya dengan cewek (pelaku) ini," papar Roland.
Lebih lanjut, Roland membeberkan, ada juga komunikasi antara korban dengan rekannya yang lain. Saat itu, korban mengeluhkan keluar cairan dari payudara yang bekas disuntik.
"Kita lakukan pengecekan di handphone korban, ada percakapan dia dengan seseorang di WhatsApp, ada cairan yang keluar dari payudara yang habis disuntik. Makanya dia (korban) lemas dan kedinginan. Kemungkinan (malapraktik) iya, tapi dia (yang suntik) bukan dokter," terang dia.