Belum Dapat Layanan Telemedicine, Pasien Covid-19 Bisa Lakukan Cara Ini

Pemerintah telah menyiapkan layanan telemedicine bagi pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah. Namun, apabila pasien Covid-19 belum bisa menikmati layanan tersebut, bisa langsung mengontak Kemenkes.

Intan Umbari Prihatin
Oleh Intan Umbari Prihatin - Reporter
Belum Dapat Layanan Telemedicine, Pasien Covid-19 Bisa Lakukan Cara Ini
Tes Covid-19 di kawasan Glodok. ©2022 Merdeka.com/Imam Buhori

Pemerintah telah menyiapkan layanan telemedicine bagi pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah. Namun, apabila pasien Covid-19 belum bisa menikmati layanan tersebut, bisa langsung mengontak Kemenkes.

Kemenkes telah menyediakan nomor kontak 081110500567 atau melalui email sertifikat@pedulilindungi.id dan Call Center di nomor 119 ext. 9 bagi mereka yang belum mendapatkan pelayanan telemedicine.

Dikutip dalam laman Kominfo, layanan telemedicine gratis kementerian kesehatan dapat diakses bagi masyarakat yang melakukan tes PCR/Antigen di Lab yang terafiliasi Kementerian Kesehatan.

Syaratnya, berusia di atas 18 tahun dan berdomisili di wilayah Jabodetabek, Karawang, Bandung, Semarang Raya, Surakarta Raya, Kota Yogyakarta, Surabaya Raya, Malang Raya, Kota Denpasar, dan Nusa Dua.

"Setelah minggu kedua Februari layanan ini diperluas hingga kota-kota besar Jawa-Bali, Kemenkes mulai 19 Februari 2022 juga akan memperluas layanan telemedisin ke kota-kota besar di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.”

“Layanan telemedisin terus ditingkatkan dan diperluas untuk membantu agar masyarakat yang isoman dapat memperoleh fasilitas pengobatan yang memadai, sehingga mereka tidak perlu dirawat di rumah sakit," kata Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi dikutip Minggu (20/2).

Kapasitas Rumah Sakit

Sementara itu, bagi pengguna telemedicine yang tidak mendapat WhatsApp dari Kemenkes, bisa mengkonfirmasi ke laman isoman.kemkes.go.id/panduan. Masyarakat bisa memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) ke dalam laman tersebut untuk melanjutkan ke tahap pengajuan berikutnya.

Nadia menuturkan bagi masyarakat yang sudah berkonsultasi dengan tenaga kesehatan secara online dan melakukan proses penebusan obat gratis dari Kemenkes, tinggal menunggu paket obat datang ke rumah.

"Kita terus meningkatkan layanan telemedisin agar paket obat yang sampai ke pasien lebih cepat lagi," bebernya.

Di sisi lain, penanganan Covid-19 yang didominasi varian Omicron terus ditingkatkan pemerintah di tengah lonjakan kasus. Kebijakan agar pasien Covid-19 bergejala sedang hingga kritis atau yang memiliki komorbid saja yang dirawat di rumah sakit mampu menekan angka pasien COVID-19 yang dirawat.

Hingga Jumat (18/2) pukul 18.00 WIB, pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit berada di posisi 37% dari total kapasitas tempat tidur isolasi dan ICU COVID-19 nasional. Angka ini naik 1% dari kemarin (17/2) sebesar 36%.

"Data menunjukkan fasilitas layanan kesehatan nasional kita masih memadai. Angka ini pun masih mengacu pada kapasitas tempat tidur isolasi dan ICU Covid-19 yang terpasang saat ini, belum kapasitas maksimal yang dapat ditambah menjadi 150.000 tempat tidur isolasi dan ICU,” ungkapnya.

Selain kapasitas tempat tidur isolasi dan ICU yang masih memadai, stok obat secara nasional di 34 provinsi masih sangat cukup. Hingga Kamis (17/2), stock Favipiravir, Remdesivir, Tocilizumab 400mg/20ml jumlahnya mencapai 82,576,620. Sementara itu, kebutuhan nasional diperkirakan 4.958.599 untuk obat-obatan tersebut.

Rekomendasi