Kementerian Kesehatan kembali memperluas cakupan layanan telemedicine bagi pasien positif Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri atau isoman. Kali ini, perluasan layanan telemedicine menyasar Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.
Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Teknologi Kesehatan, Setiaji mengatakan, perluasan layanan telemedicine disebabkan jumlah kasus aktif Covid-19 terus meningkat. Kasus aktif merupakan pasien positif Covid-19 yang menjalani perawatan atau isolasi.
"Kami berencana untuk memperluas layanan telemedicine ini yang tadinya hanya Jawa-Bali, kita perluas mulai 19 Desember 2021 hingga Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi yaitu di Kota Medan, Palembang, Balikpapan, Banjarmasin, Manado, dan Makassar," jelasnya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Kementerian Kesehatan RI, Rabu (16/2).
Setiaji berharap, perluasan layanan telemedicine ini bisa mempercepat proses pemulihan pasien Covid-19. Dia menambahkan, Kementerian Kesehatan juga berupaya untuk menjangkau pasien Covid-19 di seluruh Indonesia melalui layanan telemedicine.
"Memastikan bahwa layanan kesehatan ini menjangkau seluruh Indonesia," ujarnya menjelaskan layanan telemedicine kemenkes.
Advertisement
38 Ribu Obat Sudah Dikirim
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah memperluas cakupan layanan telemedicine ke Bandung Raya, Semarang Raya, Solo Raya, Yogyakarta, Malang Raya, dan Denpasar.
Data awal Februari 2022, total 150.000 pasien Covid-19 sudah mendapatkan manfaat dari layanan telemedicine.
"Sudah mengirimkan juga sekitar 38.000 obat-obatan ke mereka yang teridentifikasi positif," kata Budi.
Melalui layanan telemedicine pasien Covid-19 bisa mendapatkan layanan telekonsultasi dan paket obat secara gratis. Tidak hanya bagi pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 melalui tes PCR, layanan telemedicine dan paket obat gratis bisa diakses pasien dengan hasil pemeriksaan Antigen positif.
"Kalau selama ini hanya pasien yang dites menggunakan PCR baru bisa mendapatkan layanan telemedicine ini. Nah mulai nanti sore kita akan mengcover pasien-pasien yang melakukan tes swab antigen positif," kata Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Teknologi Kesehatan Setiaji.
Advertisement
Cara Daftarnya
Layanan dapat diakses melalui https://isoman.kemkes.go.id/. Saat ini Kementerian Kesehatan telah bekerja sama dengan 17 platform telemedicine, yaitu Aido Health, Alodokter, GetWell , Good Doctor, Halodoc, Homecare24, KlikDokter, KlinikGo, Lekasehat, LinkSehat, Mdoc, Milvik Dokter , ProSehat, SehatQ, Trustmedis, Vascular Indonesia, dan YesDok.
Untuk mendapatkan layanan ini, pasien harus melakukan tes PCR dan Antigen. Jika hasilnya positif dan laboratorium penyedia layanan tes Covid-19 melaporkan data hasil pemeriksaan ke database Kementerian Kesehatan (NAR), maka pasien akan menerima pesan WhatsApp dari Kemenkes RI (dengan centang hijau) secara otomatis.
Namun, apabila tidak mendapatkan WhatsApp pemberitahuan, pasien bisa memeriksa NIK secara mandiri di situs https://isoman.kemkes.go.id.
Bagi pasien yang mendapat WhatsApp pemberitahuan, bisa melakukan konsultasi secara daring dengan dokter di salah satu dari 17 layanan telemedicine. Caranya tekan link yang ada di pesan WhatsApp dari Kemenkes atau di link yang muncul saat pengecekan NIK mandiri di situs https://isoman.kemkes.go.id/panduan.
Lalu memasukkan kode voucher supaya bisa konsultasi dan dapat paket obat gratis. Setelah selesai konsultasi, dokter akan memberikan resep digital sesuai kondisi pasien dan resep dapat ditebus melalui https://isoman.kemkes.go.id/pesan_obat.
Hanya pasien dengan kategori layak Isoman (dengan kondisi tanpa gejala atau ringan), yang akan mendapatkan obat dan vitamin secara gratis. Obat gratis yang didapatkan pasien berupa Paket A untuk pasien tanpa gejala, terdiri dari multivitamin C, B, E, dan Zinc 10 tablet.
Kemudian Paket B untuk pasien bergejala ringan terdiri dari multivitamin C, B, E, dan Zinc 10 tablet, Favipiravir 200mg 40 kapsul, atau Molnupiravir 200 mg – 40 tab dan parasetamol tablet 500mg (jika dibutuhkan).