Guna membantu proses identifikasi jenazah, tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri mengumpulkan keluarga 17 korban pembakaran Karaoke Doubel0 di Kota Sorong, Papua Barat.
Pertemuan berlangsung pukul 13.25 WIT di Luxio Hotel, Sorong, Selasa (27/1), dipimpin Kabid DVI Pusdokkes Polri Komisaris Besar Polisi drg Ahmad Fauzi dan didampingi Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Adam Erwindi.
Pertemuan tersebut untuk membangun komunikasi dengan keluarga 17 jenazah korban pembakaran Karaoke Doubel0, dan mempersiapkan apa yang nantinya dibutuhkan tim DVI Polri saat melakukan identifikasi jenazah.
Fauzi meminta dukungan keluarga dalam proses identifikasi jenazah dengan memberikan data pendukung, karena 17 jenazah korban pembakaran Karaoke Doubel0 tersebut hangus tidak dapat dikenali secara langsung.
Dia menyampaikan bahwa guna mempercepat proses identifikasi jenazah, pihaknya membutuhkan sampel DNA keluarga terdekat para korban terutama ayah dan ibu korban bila masih ada.
Selain itu juga keluarga dekat lainnya seperti adik dan kakak kandung korban, sehingga proses identifikasi jenazah dapat berjalan dengan cepat karena kecocokan DNA.
Bila keluarga terdekat korban tidak berada di wilayah Sorong, tim DVI akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian tempat keberadaan keluarga korban tersebut untuk pengambilan sampel DNA.
"Kami juga butuh informasi lain, seperti ciri-ciri fisik korban sebelum meninggal terbakar untuk mendukung proses identifikasi jenazah," kata Fauzi. Dikutip dari Antara.
Dia menambahkan bahwa proses identifikasi cukup panjang, sehingga diharapkan kesabaran keluarga korban.
"Kami akan berupaya bekerja maksimal untuk secepatnya mengidentifikasi 17 jenazah korban jiwa akibat pertikaian di Sorong tersebut," terangnya.