Pemerintah: Jemaah Umrah Pulang ke RI Jalani Karantina 7 Hari

Luhut menjelaskan karantina tersebut akan dilakukan agar seluruh jemaah hingga masyarakat di Indonesia tidak terpapar virus Covid-19.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Pemerintah: Jemaah Umrah Pulang ke RI Jalani Karantina 7 Hari
Jemaah Haji Tawaf Menjaga Jarak di Masjidil Haram. ©2020 Saudi Ministry of Media/Handout via REUTERS

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan mengatakan para jemaah umrah yang saat ini sedang menjalankan ibadah dan kembali ke Indonesia tetap melakukan karantina. Dia menjelaskan nantinya mereka akan melakukan karantina selama 7 hari.

"7 hari kan," kata Luhut di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (10/1).

Luhut menjelaskan karantina tersebut akan dilakukan agar seluruh jemaah hingga masyarakat di Indonesia tidak terpapar virus Covid-19. Sehingga keamanan terjamin usai menjalankan ibadah dan kembali ke rumah masing-masing.

"Buat keamanan kita semua, keamanan yang bersangkutan, keamanan kita semualah iya kan," ungkapnya.

Kementerian Agama kembali membuka penyelenggaraan ibadah umrah, Sabtu (8/1). Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Abraham Wirotomo mengatakan, peluang penularan atau transmisi lokal COVID19 varian Omicron dari pelaku perjalanan Ibadah Umroh bisa diperkecil. Salah satunya dilakukan pelaksanaan karantina serta dijalankan dengan disiplin dan sesuai protokol.

Umrah Dibuka Lagi

Kementerian Agama kembali membuka penyelenggaraan ibadah umrah, Sabtu (8/1). Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Abraham Wirotomo mengatakan, peluang penularan atau transmisi lokal COVID19 varian Omicron dari pelaku perjalanan Ibadah Umrah bisa diperkecil. Salah satunya dilakukan pelaksanaan karantina serta dijalankan dengan disiplin dan sesuai protokol.

"Intinya kalau orang di karantina 7 hari maka probability muncul transmisi lokal cuma 0,01 atau 1 persen. Jadi kuncinya ada pada disiplin pelaksanaan, baik dari sisi pemerintah maupun masyarakat yang menjalani karantina," kata Abraham di gedung Bina Graha Jakarta, Senin (10/1).

Menurut Abraham, pemerintah sudah menyiapkan berbagai langkah menghadapi kasus Omicron dari Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) termasuk para jemaah umroh. Diantaranya memastikan karantina dan isolasi dilaksanakan dengan kepatuhan maksimal, meningkatkan tracing, dan memberlakukan protokol kesehatan ketat pasca karantina.

"KSP akan melakukan monitoring lapangan memastikan apakah semuanya berjalan sesuai arahan Presiden," tuturnya.

Reporter: Lizsa Egeham

Rekomendasi