Bupati Lumajang Ingin Sistem Peringatan Dini Bencana di Kawasan Gunung Semeru

Lewat system tersebut, Pemda Lumajang berharap dapat mengetahui terjadinya bencana dan memberikan peringatan dini kepada masyarakat atas tingkatan bencana yang akan terjadi. Sehingga dari informasi tersebut dapat diambil tindakan lanjutan sebagai sebuah antisipasi.

Darmadi Sasongko
Oleh Darmadi Sasongko - Reporter
Bupati Lumajang Ingin Sistem Peringatan Dini Bencana di Kawasan Gunung Semeru
Bupati Lumajang Thoriqul Haq. ©2021 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq menginginkan sebuah sistem peringatan dini (early warning system) bencana terbangun di kawasan Gunung Semeru. Sistem tersebut dapat memberikan informasi akurat dan cepat saat terjadi erupsi gunung tertinggi di pulau Jawa itu.

"PVMBG kalau bisa menambah detailling apakah alat yang bisa mengukur atau dokumentasi yang bisa melihat bahwa kemungkinan bencana dengan volume, kapasitas, kekuatan dari guguran awan panas yang menyebabkan terjadinya bencana yang harus kita antisipasi," urai Thoriqul Haq dalam keterangan tertulisnya, Jumat (17/12).

Lewat system tersebut, Pemda Lumajang berharap dapat mengetahui terjadinya bencana dan memberikan peringatan dini kepada masyarakat atas tingkatan bencana yang akan terjadi. Sehingga dari informasi tersebut dapat diambil tindakan lanjutan sebagai sebuah antisipasi.

Menurut dia, jika pihak yang menangani kebencanaan memiliki standar informasi lebih akurat untuk peringatan dini, maka Pemda juga bisa memberitahukan kepada masyarakat akan terjadinya bencana serta dapat meminimalisir adanya korban bencana.

"Kalau hal itu menjadi standar kita semua sebagai peringatan, maka kita akan memiliki pikiran dan tindakan antisipasi yang lebih," tegasnya.

Thoriq menyampaikan pesan tersebut dalam Rapat Koordinasi Teknis Mitigasi Struktural dan Penguatan Early Warning System Erupsi Gunung Semeru di Posko Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Semeru Kabupaten Lumajang, di Kantor Kecamatan Pasirian, Kamis (16/12) malam.

Sementara, Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Bambang Surya Putra mengungkapkan bahwa rapat koordinasi tersebut bertujuan untuk memberikan penyelesaian terkait penanggulangan bencana erupsi Gunung Semeru sejak dini. Hasil rakor diharapkan dapat memberikan penanganan cepat kepada masyarakat yang masuk di wilayah bencana.

"Kita mencari solusi yang kongkrit," terangnya.

Rekomendasi