Penembakan di Desa Tamilouw, Polda Maluku Pastikan Sanksi Anggota Langgar SOP

Ia memaparkan 33 personel Polda Maluku dipecat secara tidak hormat sepanjang tahun 2021.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Penembakan di Desa Tamilouw, Polda Maluku Pastikan Sanksi Anggota Langgar SOP
18 Warga Tamilou Maluku Tengah Tertembak Peluru Polisi. ©2021 Merdeka.com

Polda Maluku memastikan tidak segan-segan menindak tegas personel yang melanggar prosedur atau SOP di Desa Tamilouw, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah. Di lokasi tersebut terjadi insiden penembakan terhadap warga saat polisi mencari seorang buronan kasus, Selasa (7/12) sekira pukul 05.20 Wit.

"Kemarin atas perintah Wakapolda, untuk tim Propam turun langsung ke TKP dan sekarang mereka sementara di TKP untuk melakukan penyelidikan apakah yang diambil oleh Polres ini sudah sesuai prosedur atau belum," kata Kabid Humas Polda Maluku M Roem Ohoirat, Rabu (8/12).

"Kalau ada kesalahan prosedur atau SOP di situ sudah barang tentu kami akan lakukan penindakan terhadap anggota," sambungnya.

Roem memastikan pihaknya tidak akan membela anggota yang salah dalam bertindak saat tugas.

"Bagi kami anggota yang salah jangan sampai kita bela, tapi kita ambil tindakan."

Ia memaparkan 33 personel Polda Maluku dipecat secara tidak hormat sepanjang tahun 2021.

"Belum lagi yang disidang karena pelanggaran disiplin. Ini menunjukkan kami tidak segan-segan mengambil tindakan kepada aparat kami yang melakukan kesalahan."

Kronologi

Insiden penembakan warga ini bermula dari beberapa ibu yang hendak membuang sampah dan berpapasan dengan aparat Polres Maluku Tengah.

Kehadiran aparat kepolisian ini menuju Dusun Ampera dan Tamilou selaku desa induk hendak menangkap pemicu keributan warga Tamilouw dengan warga Dusun Rohua.

Sejumlah warga yang diduga melakukan aksi penebangan tanaman umur panjang milik warga Dusun Rohua dan pembakaran balai desa sudah dipanggil polisi namun mereka tidak hadir.

"Sesuai dengan hasil informasi bahwa awalnya ada upaya penangkapan terhadap beberapa oknum terkait peristiwa warga Tamilouw dengan warga Dusun Rohuwa beberapa waktu lalu," ujar Tokoh masyarakat Tamilouw Habiba Pelu Habiba.

Rekomendasi