Sejumlah sekolah di Kota Yogyakarta telah mengadakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Untuk mengantisipasi penularan Covid-19, Pemkot Yogyakarta berencana menggelar tes antigen acak pada guru dan murid.
Kepala Dinkes Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani menerangkan bahwa pemeriksaan acak pada guru dan murid akan digelar pada bulan ini. Tes acak ini akan meliputi sekolah jenjang PAUD, TK, SD hingga SMA.
"Masing-masing sekolah akan dipilih 30 siswa secara acak. Untuk tenaga pendidik akan dipilih acak 3 orang," jelas Emma, Jumat (5/11).
Emma menjabarkan, Dinkes Kota Yogyakarta menargetkan selama sebulan akan ada 1.000 orang, baik siswa maupun guru, yang diambil sampel antigen secara acak.
Selain memastikan tak ada persebaran penularan Covid-19 di sekolah, tes acak antigen juga untuk mengecek efek vaksinasi yang telah dilakukan. "(Manfaat tes antigen acak) untuk mengetahui seberapa besar efek dari vaksin yang sudah dilakukan. Termasuk juga memastikan tidak adanya penyebaran Covid-19 di sekolah yang bisa jadi menimbulkan klaster," papar Emma.