Pemerintah akan Pakai Sinovac untuk Penuhi Kekurangan Suplai Novavax

Dari jumlah tersebut sekitar 205 juta dosis sudah terdistribusi ke daerah, 5 juta dosis dalam perjalanan. Kemudian, sekitar 160 juta dosis sudah disuntikan ke masyarakat dan 50 juta dosis sudah disuntikkan sebagai suntikan dosis kedua.

Yunita Amalia
Oleh Yunita Amalia - Reporter
Pemerintah akan Pakai Sinovac untuk Penuhi Kekurangan Suplai Novavax
Vaksinasi Massal Darurat di Surabaya. ©2021 AFP/Juni Kriswanto

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan 50 juta stok vaksin yang akan diterima pemerintah tahun ini tidak dapat terealisasi. Dari 50 juta, hanya 20 juta vaksin Novavax yang akan diterima. Selisih kekurangan stok vaksin tersebut akan menggunakan stok Vaksin Sinovac.

"Kami akan usahakan dari sumber lain terutama yang bisa segera mengirimkan ke Indonesia kemungkinan prioritas utamanya adalah dari vaksin Sinovac," ucap Budi dikutip melalui channel YouTube Sekretariat Presiden, Senin (11/10).

Budi menyebutkan, total vaksin yang sudah diterima pemerintah Indonesia yaitu sekitar 226 juta dosis. Dari jumlah tersebut sekitar 205 juta dosis sudah terdistribusi ke daerah, 5 juta dosis dalam perjalanan. Kemudian, sekitar 160 juta dosis sudah disuntikan ke masyarakat dan 50 juta dosis sudah disuntikkan sebagai suntikan dosis kedua.

"Sehingga dalam 2-3 hari masih ada stok 50 juta dosis di 34 provinsi," ucapnya.

Dari jumlah itu, Budi menyampaikan posisi Indonesia berada di posisi kelima dari seluruh negara di dunia yang sudah mendapatkan akses ke vaksinasi dari jumlah manusianya. Lima negara ini adalah lima negara dunia yang sudah melebihi 100 juta orang warganya disuntik.

"Kami juga melihat bahwa baju suntikan ini sudah juga menembus angka 2 juta per hari yaitu pada tanggal 23 25 September yang lalu dua juta suntikan dosis per hari," pungkasnya.

Rekomendasi