Ribut Soal Miras Berujung Penikaman, Hamzah Hilang di Perairan Kaltara

Hamzah (34), warga Tolitoli Sulawesi Tengah dilaporkan hilang di perairan Tanjung Pasir, Bulungan, Kalimantan Utara hari ini. Sebelumnya, sempat terjadi keributan di atas kapal KM Safina 02 yang berlayar dari Tolitoli tujuan Tarakan, Kalimantan Utara.

Saud Rosadi
Oleh Saud Rosadi - Reporter
Ribut Soal Miras Berujung Penikaman, Hamzah Hilang di Perairan Kaltara
Basarnas cari Hamzah di perairan Tarakan. ©Basarnas Tarakan

Hamzah (34), warga Tolitoli Sulawesi Tengah dilaporkan hilang di perairan Tanjung Pasir, Bulungan, Kalimantan Utara hari ini. Sebelumnya, sempat terjadi keributan di atas kapal KM Safina 02 yang berlayar dari Tolitoli tujuan Tarakan, Kalimantan Utara.

Peristiwa itu terjadi Kamis (16/9) malam sekitar pukul 21.00 WITA. Paman korban, melaporkan korban tercebur dan hilangnya Hamzah di perairan ke Basarnas Tarakan.

"Laporan ke kami sekitar jam 6.30 pagi ini tadi," kata Kepala Basarnas Tarakan Amiruddin, Jumat (17/9).

Amiruddin menerangkan, dari kronologi yang diterima, sebelum kejadian hilangnya Hamzah sempat terjadi perkelahian di atas kapal. "Sehingga membuat korban terjatuh dari KM Safina," ujar Amiruddin.

Basarnas Tarakan memberangkatkan tim rescue dengan 6 personel rescuer untuk memulai operasi SAR. Hingga pukul 17.00 WITA sore ini korban belum ditemukan.

"Operasi SAR gabungan dilanjutkan Sabtu (18/9) besok mulai jam 7 pagi," kata Kasi Operasi Basarnas Tarakan Dede Hariana.

Kepada wartawan di Tarakan, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Tarakan Ipda Alfian Yusuf menerangkan memang sempat terjadi keributan di atas kapal berujung penikaman. Kapal KM Safina 02 kini sudah diamankan berikut tersangka penikaman, T (37).

Kasus itu bermula saat T ditawari miras penumpang lain yang sedang pesta miras. Namun T menolak tawaran itu dengan alasan tidak biasa minum. Penolakan itu malah berujung ketersinggungan peserta pesta miras dan terjadi cekcok mulut. Kesal, T pun mengeluarkan dan menghunuskan badik dan menusukkannya membabi buta kepada orang yang ada di depannya.

"Khusus penumpang (Hamzah) keberadaannya masih dicari. Ada 5 orang terluka dari peristiwa itu," kata Alfian.

Diketahui kapal KM Safina 02 berangkat dari Tolitoli sejak 13 September 2021 lalu dan memuat 29 orang. Kepergian ke Tarakan bertujuan untuk mencari pekerjaan.

Rekomendasi